Manfaat Menjadi Orang yang Mudah Cemas

Torie Natalova    •    Sabtu, 24 Sep 2016 16:20 WIB
kesehatan
Manfaat Menjadi Orang yang Mudah Cemas
Manfaat Menjadi Orang yang Mudah Cemas (Foto: istock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memiliki sifat mudah cemas saat menghadapi berbagai kegiatan ataupun masalah, terkadang membuat Anda kesal terhadap diri sendiri. Rasa cemas yang terus dipikirkan menyita waktu dan menguras emosi Anda.

Sebenarnya, jika dikelola dengan baik rasa cemas bisa membawa kebaikan untuk diri Anda sendiri. Bagaimana rasa cemas bisa membawa kebaikan? Berikut alasannya seperti dilansir Men's Health.

1. Orang cemas sudah siap dengan bahaya

Pada dasarnya, otak cerdas Anda seperti pengawal pribadi. Pada orang yang diselimuti rasa cemas, otak mengirimkan emosi negatif yang bisa mengancam orang lain. Sedangkan pada orang yang kurang peka atau cemas, emosi negatif yang sama diproses dalam lapisan luar sementara yang tidak terkait dengan pengenalan wajah.

Orang yang mudah cemas akan lebih baik merespons karena otak mereka telah mencatat potensi situasi yang tenang. Karenanya, otak sangat dibutuhkan untuk terus berpikir.

2. Orang cemas mampu memecahkan masalah besar

Biasanya, orang akan merasa cemas saat menghadapi beberapa kejadian besar seperti ujian, wawancara kerja, juga pernikahan. Namun, orang yang mudah cemas bisa menyiapkan diri untuk mengatasi situasi yang buruk kapan pun itu.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan kepada orang yang sedang menunggu hasil ujian, mereka yang memiliki rasa cemas telah memiliki skenario terburuk seperti menghadapi kegagalan ujian. Mereka pun mampu merespon dengan baik terhadap kabar buruk.

Peneliti menyebut pola pikir ini pesimisme atau mengatasi dengan proaktif. Proaktif memungkinkan orang yang cemas merenungkan bagaimana mereka akan bertindak jika terjadi kekacauan. Kemudian jika tidak terjadi kekacauan, akan lebih mudah bagi mereka untuk mengantisipasinya dengan baik.

3. Orang yang mudah cemas itu pintar
Peneliti melakukan survei lebih dari 100 mahasiswa dan mereka yang memiliki kekhawatiran dan stres dinilai lebih tinggi pada skala kecerdasan verbal.

"Ada kemungkinan bahwa orang yang cerdas secara verbal dapat mempertimbangkan peristiwa masa lalu dan masa depan dengan rinci dan mengarah ke rasa khawatir yang lebih intens," tulis penelitian.

Selain itu, terkadang orang yang rentan terhadap perasaan cemas cenderung mencurahkan lebih banyak energi untuk terus belajar sehingga bisa menghasilkan kecerdasan yang lebih tinggi.

 


(ELG)