Ini Akibat Jika Sering Konsumsi Makanan yang Dipanggang dan Digoreng

Torie Natalova    •    Rabu, 28 Sep 2016 15:24 WIB
Ini Akibat Jika Sering Konsumsi Makanan yang Dipanggang dan Digoreng
(Foto: Bluburger)

Metrotvnews.com, Jakarta: Makanan yang dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang memang mampu menggugah selera. Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa memasak dengan kedua cara tersebut meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Ketika makanan digoreng atau dipanggang--baik di atas api atau dalam oven--akan menghasilkan zat yang disebut advance glycation end products (AGEs). Tingkatan yang lebih tinggi dari AGEs dikaitkan dengan resistensi insulin, stres pada sel-sel tubuh, dan peradangan.

Ini adalah kondisi yang bisa memicu risiko diabetes tipe 2.

(Baca: Kelainan Jantung Bisa Membuat Anak Jadi Pasif)

Insulin adalah hormon yang membantu gula darah dari makanan masuk ke dalam sel untuk berubah jadi energi. Tanpa insulin atau dengan resistensi insulin, terlalu banyak gula bisa mengendap dalam darah.

Ini bisa memicu masalah kesehatan yang serius pada jantung, matam dan ginjal serta organ tubuh lain.

Jika Anda ingin menghindari risiko penyakit yang ditimbulkan dari makanan yang digoreng dan panggang, segera ganti cara memasak. Masak dengan cara merebus dan mengukus merupakan cara terbaik untuk menghalau penyakit.

Anda bisa mencoba memasak telur rebus sebagai pengganti telur goreng.

Para peneliti yang telah melakukan uji coba pada beberapa kelompok mengatakan, kelompok yang mengubah proses pengolahan makanan memiliki tingkat AGE yang rendah sehingga resistensi insulin pun menurun.

Cara memasak memang bukanlah satu-satunya jalan untuk menghambat risiko diabetes. Karena, ada banyak makanan yang sudah mengandung kadar tinggi AGEs meski tidak dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang.

Selain mengubah cara makan, Anda juga perlu mengganti makanan dengan perbanyak konsumsi sayuran dan makanan nabati lainnya seperti tempe dan tahu. Tapi ingat, jangan digoreng atau dipanggang.



(DEV)