Gen Pengaruhi Pola Pikir Seseorang Pada Tubuhnya

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 07 Sep 2016 11:56 WIB
kesehatan
Gen Pengaruhi Pola Pikir Seseorang Pada Tubuhnya
(Foto: Shutterstock.com) Seringnya wanita merasa kurang percaya diri dengan tubuhnya.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pernahkah Anda merasa gemuk padahal berat badan normal? Jika ya, maka kemungkinan perasaan itu adalah hasil dari gen yang diturunkan dari orangtua. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gen berkontribusi dalam hal status berat badan yang dirasakan seseorang, terutama orang dewasa.
 
"Studi ini awalnya ingin menunjukkan bagaimana gen memengaruhi apa yang orang rasakan tentang berat badan mereka," ujar pemimpin studi Robbee Wedow dari University of Colorado Boulder, Amerika Serikat. Studi tersebut menunjukkan bahwa efek yang dirasakan lebih besar pada wanita dibandingkan pria.
 
Penelitian tersebut juga mengukur status berat badan subyektif secara turun temurun, yang mengindikasikan proporsi dari sifat yang diberikan, berdasarkan gen atau lingkungan. Status tersebut berskala nol hingga satu, dimana nol mengindikasikan bahwa genetik tidak berpengaruh sama sekali, dan satu mengindikasikan hal yang sebaliknya. (Baca juga: Manfaat Makan Buah Sitrus Usai Menyantap Hidangan Berlemak)
 
Studi yang dipublikasikan secara online dalam jurnal Social Science & Medicine tersebut menunjukkan, bahwa satus berat badan yang dirasakan adalah 0,47 turun temurun. "Pengukuran turun temurun ini menunjukkan pada kami bahwa ini adalah bukti pertama dimana identitas berat badan ditunjang oleh gen," tukas Wedow.
 
Studi tersebut menggunakan data dari National Longitudinal Study of Adolescent to Adult Health dengan jumlah sampel lebih dari 20 ribu orang dewasa, termasuk ratusan anak kembar yang diberikan pertanyaan seputar kesehatan sejak tahun 1994. Semua peserta juga diberikan wawancara sebanyak empat kali setelahnya di tahun 2008. 
 
Studi ini dianggap penting karena para peneliti menunjukkan bahwa hasil kesehatan merupakan prediktor kuat mengenai tingkat kematian orang dewasa. Para peneliti menekankan bahwa terdapat hubungan antara genetik pada sifat atau kelakuan tertentu, lingkungan sosial, dan pilihan pribadi yang akan menentukan bagaimana bentuk tubuh kelak.  


(TIN)