Gaya Hidup Orang Tua Sebelum Hamil Pengaruhi Perkembangan Anak Hingga Dewasa

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 17 Apr 2018 12:51 WIB
kehamilan
Gaya Hidup Orang Tua Sebelum Hamil Pengaruhi Perkembangan Anak Hingga Dewasa
Nutrisi orang tua dapat memengaruhi masa depan keturunan. (Foto: London Scout/Unsplash.com)

Jakarta: Kebanyakan wanita mulai memerhatikan kesehatan ketika merencanakan memilki anak atau saat sudah ketahuan hamil. Padahal, pola hidup jauh sebelum kehamilan juga memengaruhi kesehatan si bayi saat bertumbuh kelak. 

Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam The Lancet melakukan dua analisa pada wanita berusia 18-24 tahun di Inggris dan Australia. Studi tersebut mencari tahu definisi dari 'periode prakonsepsi' yang umumnya mengacu pada tiga bulan menuju konsepsi. 

Namun, para peneliti berpendapat bahwa tidak ada hitungan bulan atau tahun yang pasti untuk mencapai tingkat ideal dalam persiapan untuk pembuahan. 

"Periode prakonsepsi adalah saat kritis dimana kesehatan orang tua, termasuk berat badan, metabolisme, dan diet; dapat memengaruhi risiko penyakit kronis di masa depan pada anak-anak."


(Kebanyakan wanita mulai memerhatikan kesehatan ketika merencanakan memilki anak atau saat sudah ketahuan hamil. Padahal, pola hidup jauh sebelum kehamilan juga memengaruhi kesehatan si bayi saat bertumbuh kelak. Foto: Vince Fleming/Unsplash.com)

"Dan kita sekarang harus memeriksa kembali kebijakan kesehatan masyarakat untuk membantu mengurangi risiko ini," kata peneliti utama Profesor Judith Stephenson dari Universitas College London.

Profesor Stephenson menyatakan bahwa, meskipun banyak yang menyadari bahaya merokok atau minum alkohol ketika mencoba untuk hamil, sedikit yang tahu tentang bagaimana nutrisi orang tua dapat memengaruhi masa depan keturunan.

"Meningkatkan kesadaran kesehatan prakonsepsi dan meningkatkan ketersediaan dukungan untuk meningkatkan kesehatan sebelum konsepsi adalah penting," kata Profesor Stephenson.

(Baca juga: Fakta Mengejutkan Tentang Kehamilan)

Penelitian sebelumnya menyoroti korelasi antara merokok, alkohol tinggi dan asupan kafein, pola makan yang buruk, obesitas dan kekurangan gizi selama periode prakonsepsi dengan risiko seorang anak mengalami penyakit kardiovaskular, metabolisme, kekebalan dan neurologis baik pada masa kanak-kanak dan kehidupan dewasa.

Studi sebelumnya juga menemukan bahwa obesitas ibu dan ayah yang obesitas berhubungan dengan risiko penyakit kronis yang lebih tinggi di kemudian hari.

Dalam analisa baru yang dilakukan selama penelitian, para peneliti menilai gizi dari 509 wanita berusia produktif, yaitu 18-42 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa 96 persen wanita memiliki asupan zat besi dan folat yang kurang ideal ketika mempersiapkan kehamilan.


(Studi sebelumnya juga menemukan bahwa obesitas ibu dan ayah yang obesitas berhubungan dengan risiko penyakit kronis yang lebih tinggi di kemudian hari. Foto: Thiago Cerqueira/Unsplash.com)

Melihat hal tersebut, para peneliti yakin bahwa perlu banyak hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pada kesehatan prakonsepsi, termasuk mendukung gagasan bahwa sekolah harus mengajarkan remaja tentang apa yang diperlukan untuk mempersiapkan orang tua.

"Meningkatkan kesehatan populasi secara keseluruhan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya periode prakonsepsi dapat membantu meningkatkan kesehatan generasi mendatang," kata Dr Mary Barker, profesor psikologi di Universitas Southampton.

"Penelitian yang sangat signifikan ini menyajikan bukti nyata tentang pentingnya nutrisi dan gaya hidup dalam periode prakonsepsi," kata Profesor Janice Rymer, wakil presiden Royal College of Obstetricians and Gynecologists (RCOG), menanggapi hasil penelitian. 








(TIN)