Kandungan dalam Produk Perawatan yang Tidak Ramah Lingkungan

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 08 Jun 2018 14:00 WIB
kesehatan kulit
Kandungan dalam Produk Perawatan yang Tidak Ramah Lingkungan
Dilansir dari Thehealthsite berikut adalah beberapa produk perawatan dengan kandungan yang dapat membahayakan lingkungan. (Foto: Kristina Bali?/Unsplash.com)

Jakarta: Produk perawatan memang baik untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh. Namun, meski tak berbahaya untuk tubuh, bukan berarti produk tersebut ramah lingkungan. 

Beberapa kandungan dalam produk perawatan dan kecantikan terkadang tak aman untuk lingkungan. Dilansir dari Thehealthsite berikut adalah beberapa produk perawatan dengan kandungan yang dapat membahayakan lingkungan. 

1. Sabun wajah dan sabun badan
Memang tak semua sabun wajah. Namun saat ini tak sedikit sabun yang mengandung bahan pengelupas sel mati seperti polyethylene. "Faktanya, mikro kecil tersebut terbuat dari plastik dan terindikasi sebagai sumber pencemaran laut," sebut dalam laman Thehealthsite.

(Baca juga: Kulit Wajah Sensitif tak Disarankan Menggunakan Masker Alami)

2. Pelembap
Banyak losion, krim, atau pelembap cair yang mengandung Butylated hydroxyanisole (BHA) dan Butylated hydroxytoluene (BHT), yang dapat berdampak buruk pada ekologi. Akumulasi BHA juga dapat memberi efek buruk pada lapisan lemak organisme.

BHT sendiri dianggap memiliki potensi bioakumulasi sedang hingga tinggi oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ada baiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menentukan yang terbaik bagi Anda.


(Memang tak semua sabun wajah. Namun saat ini tak sedikit sabun yang mengandung bahan pengelupas sel mati seperti polyethylene. Foto: Charles Deluvio/Unsplash.com)

3. Deodoran
"Beberapa deodoran jenis semprot mengandung kloroflourokarbon, yang dapat meursak ozon dan berisiko bagi kesehatan karena aerosol yang berpotensi masuk ke dalam organ tubuh melalui hirupan," sebut laman yang sama. Anda bisa memelajari tentang isi kandungannya sebelum memutuskan untuk memakai atau menggantinya dengan jenis yang lain.

4. Tabir surya
"Meski penting untuk kesehatan kulit, tabir surya mengandung oksibenzon, penyerap cahaya ultraviolet. Selain mengganggu endokrin, oksibenzon juga dapat menyebabkan pemutihan karang yang mematikan," ungkap laman yang sama lagi. Ada baiknya Anda mencari tahu atau mengonsultasikannya pada dokter kulit agar tepat memakai tabir surya.

5. Kuteks
"Pewarna kuku umumnya mengandung ftalat yang buruk untuk liver, perkembangan janin, dan memicu kanker," ungkap Sandhya Raghavan dalam artikelnya berjudul "World Environment Day 2018: 6 personal care products that are destroying the environment." Untuk itu Anda bisa mencari cat kuku yang sekarang ini sudah banyak varian dan jenisnya yang baik untuk digunakan.




(TIN)