Jahe Bantu Mencegah Bau Mulut

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 01 Aug 2018 12:05 WIB
studi kesehatan
Jahe Bantu Mencegah Bau Mulut
(Foto: The Health Site)

Jakarta: Sebuah studi menyebutkan bahwa jahe dapat mengurangi bau napas dalam mulut karena memiliki satu kandungan tertentu. 

Studi tersebut menemukan bahwa senyawa yang tajam, yaitu 6-gingerol, merangsang enzim yang terkandung dalam air liur untuk memecah zat berbau busuk di mulut dan membuat napas menjadi segar dan memiliki sensasi after taste yang lebih baik setelah makan.

Menurut para peneliti, prinsip jahe yang tajam membuat tingkat enzim sulfhidril oksid 1 dalam air liur meningkat 16 kali lipat dalam beberapa detik, kata peneliti. 

Analisis air liur dan napas yang dilakukan pada sukarelawan manusia menunjukkan bahwa enzim memecah senyawa yang mengandung sulfat berbau busuk.

"Akibatnya, nafas kita juga berbau lebih baik," kata peneliti utama Thomas Hofmann dari Technical University of Munich di Jerman seperti dilansir The Health Site.

Para peneliti menyebutkan bahwa banyak komponen makanan yang berkontribusi langsung terhadap rasa khas makanan dan minuman dengan cara menyumbangkan rasa, aroma, atau pedasnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang komponen makanan, para peneliti menyelidiki efek komponen makanan pada molekul yang larut dalam air liur.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tersebut juga menemukan bahwa asam sitrat meningkatkan kandungan natrium ion air liur, membuat rasa makanan asin kurang asin. 

Asam sitrat mempengaruhi persepsi kita tentang rasa melalui mekanisme yang sama sekali berbeda, demikian menurut para peneliti.

Seperti diketahui, makanan asam seperti jus lemon merangsang air liur. Jumlah mineral yang larut dalam air liur juga meningkat sebanding dengan jumlah air liur.

Tingkat ion natrium dalam air liur meningkat dengan cepat setelah terstimulasi dengan asam sitrat. Efek tersebut membuat kita kurang sensitif terhadap garam meja, kata peneliti.

"Garam meja tidak lain adalah natrium klorida, dan ion natrium memainkan peran kunci dalam rasa garam," kata Hofmann.

"Jika air liur sudah mengandung konsentrasi ion natrium yang lebih tinggi, sampel yang dicicipi pasti memiliki kandungan garam yang jauh lebih tinggi agar rasanya asin," tambahnya.




(DEV)