Studi: Tiga dari Sepuluh Orang Dewasa Sesak Napas Setelah Naik Tangga

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 07 Apr 2018 21:01 WIB
studi kesehatan
Studi: Tiga dari Sepuluh Orang Dewasa Sesak Napas Setelah Naik Tangga
Studi: Tiga dari Sepuluh Orang Dewasa Sesak Napas Setelah Naik Tangga (Foto: ist)

Jakarta: Sebuah survei menemukan bahwa tiga dari 10 orang dewasa terengah-engah setelah naik tangga.

Para peneliti mengungkapkan bahwa rata-rata orang dewasa akan merasa sesak napas enam kali seminggu, kebanyakan karena olahraga ringan hingga sedang. Empat dari 10 orang kesulitan bernapas setelah lari mengejar bus sementara seperempat dari partisipan kehabisan napas saat berhubungan seksual.

Hanya satu dari 10 orang yang tidak sesak napas setelah naik tangga, sementara seperlima pekerja mengaku merasa pusing ringan setelahnya akibat tekanan yang cukup berlebihan.

"Cukup mengkhawatirkan saat banyak orang merasa sesak napas karena tindakan sederhana. Kehabisan napas melakukan tugas keseharian bisa menjadi gejala gangguan paru atau sesuatu yang tak boleh diabaikan," ujar peneliti Mike McKevitt dari British Lung Foundation.

Studi yang melibatkan 2 ribu orang dewasa tersebut menemukan bahwa 25 persen dari mereka berolahraga kurang dari sekali seminggu di mana seperempat dari mereka merasa nyaman bermain sepakbola dengan kondisi kebugaran saat ini.

Sayangnya, hanya sepertiga yang merasa sanggup berlari hingga 1,6 kilometer.

Setelah kehabisan napas, dibutuhkan sekitar 38 detik untuk bisa kembali normal. Satu dari 20 orang dewasa membutuhkan waktu lebih lama, lebih dari dua menit.

"Kita seharusnya tidak kehabisan nafas saat bermain dengan anak-anak kita. Itu adalah tanda peringatan bahwa Anda harus berpikir serius tentang mendapatkan saran (dari ahli)," ujar McKevitt.

“Tidak peduli keadaan Anda, mungkin ini saatnya untuk membuat diri Anda sedikit lebih bugar dan paru-paru Anda sedikit lebih sehat."

Ia memberi contoh sederhana, seperti lebih memilih naik tangga daripada lift atau turun di halte bus yang lebih jauh agar lebih banyak berjalan.

 


(ELG)