Studi: Orang yang Mudah Cemas Lebih Cepat Ambil Keputusan

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 22 Jun 2018 13:10 WIB
psikologi
Studi: Orang yang Mudah Cemas Lebih Cepat Ambil Keputusan
Penelitian membuktikan mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi cenderung memiliki kontrol kognitif dalam membuat keputusan berisiko. (Foto: Jéssica Oliveira/Unsplash.com)

Jakarta: Rasa cemas memang membuat seseorang menjadi tak nyaman. Namun, ternyata mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi cenderung memiliki kontrol kognitif dalam membuat keputusan berisiko, dibandingkan individu yang tak mudah cemas. 

Sebuah penelitian melibatkan masing-masing 20 individu dengan tingkat kecemasan tinggi dan rendah. Para peneliti merekam respons otak partisipan menggunakan electroencephalogram selama masa percobaan. 

Hasilnya, kekuatan garis tengah frontal yang lebih tinggi pada individu yang sangat cemas selama pengambilan keputusan menunjukkan lebih banyak kontrol kognitif. Kekuatan garis depan frontal yang lebih tinggi, pada gilirannya memprediksi pilihan yang kurang berisiko.

(Baca juga: Studi: Respons Pengobatan Gangguan Mental Kecemasan Dipengaruhi Siklus Haid)


(Studi menunjukkan adanya hubungan langsung antara kecemasan, kekuatan garis tengah frontal, dan keputusan berisiko. Foto: Tanja Hefner/Unsplash.com)

"Penelitian kami menunjukkan bahwa individu yang cemas tinggi juga menganggap situasi berisiko sebagai risiko, yang sejalan dengan jumlah kontrol kognitif yang lebih tinggi selama pilihan risiko yang mereka ambil dalam permainan," ujar peneliti utama Dr Barbara Schmidt dari Friedrich Schiller University of Jena.

Dalam hal ini, tambahnya, mereka yang mudah cemas juga mencoba untuk menghindari hasil yang negatif. Dia juga mengungkap bahwa studi tersebut menunjukkan adanya hubungan langsung antara kecemasan, kekuatan garis tengah frontal, dan keputusan berisiko. "Ini menarik, karena artinya kekuatan garis tengah frontal langsung memengaruhi perilaku."




(TIN)