Studi: Masalah Gigi Picu Kekurangan Gizi pada Lansia

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 27 Oct 2018 19:13 WIB
kesehatan gigi dan mulut
Studi: Masalah Gigi Picu Kekurangan Gizi pada Lansia
Studi: Masalah Gigi Picu Kekurangan Gizi pada Lansia (Foto: gettyimages)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa mereka yang berusia lanjut (lansia) dengan gangguan kesehatan mulut cenderung menimbulkan masalah gizi.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Aging Research dan Clinical Practice tersebut menganalisis catatan kesehatan 107 warga senior yang dirawat berusia 65 tahun ke atas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20,6 persen peserta beresiko kekurangan gizi dan 4,7 persen kekurangan gizi.

Selain itu, lebih dari 87 persen dari mereka tidak sepenuhnya memiliki gigi.

Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk memeriksa hubungan antara kehilangan gigi dan risiko kekurangan gizi dengan dampak kehilangan gigi pada pengalaman makan dan kualitas hidup yang berhubungan dengan makan.

Selain itu, kelompok usia ini juga memiliki tingkat penurunan berat badan yang lebih tinggi, nafsu makan yang lebih rendah dan peningkatan risiko untuk demensia dan/atau depresi serta penyakit berat dibandingkan mereka yang memiliki status gizi normal.

"Mulut adalah jalan masuk untuk asupan makanan dan cairan. Jika integritasnya terganggu, kemampuan fungsional seorang individu untuk mengkonsumsi makanan yang cukup dapat berakibat buruk," kata Rena Zelig, peneliti utama di Universitas Rutgers di AS.

Lebih lanjut, para peneliti mengatakan bahwa klinik gigi adalah lokasi yang ideal untuk melakukan pemeriksaan status nutrisi. Hal ini dikarenakan mereka dapat mengidentifikasi pasien yang mungkin tidak secara teratur mengunjungi penyedia perawatan primer dan yang mungkin berisiko kekurangan gizi.

"Dokter juga dapat memberikan pasien rujukan ke ahli diet terdaftar dan program bantuan masyarakat untuk mencegah penurunan lebih lanjut dalam status gizi," kata Zelig.

 


(ELG)