Stres yang Meningkat Sebabkan Asupan Alkohol Bertambah

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 09 Nov 2016 18:53 WIB
studi kesehatan
Stres yang Meningkat Sebabkan Asupan Alkohol Bertambah
Sebuah studi menemukan bahwa peningkatan stres dapat mengubah pusat tertentu pada otak. (Foto: Boldsky)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa peningkatan stres dapat mengubah pusat tertentu pada otak yang dapat mengakibatkan meningkatnya konsumsi alkohol pada mereka yang mengalami gangguan stress pasca-trauma (PSTD).

Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan percobaan tikus untuk melihat hubungan antara sinyal stres dengan penggunaan bahan adiktif. Tikus yang telah diekspos tekanan memiliki respon dopamin (yang disebabkan alkohol) lebih rendah dibandingakn dengan kelompok kontrol.

"Efek ini terjadi saat tingkat kalium, klorida, dan ion lain bergerak melintasi membran luar neuron melalui saluran dan transporter," ujar John Dani, dari University of Pennsylvania, Amerika.

Ia menambahkan, "Kimia memblokir reseptor hormon stres pada neuron, kita mencegah stres dari tindakan meningkatnya minum-minum," kata Dani.

Ia menambahkan, terhalangnya reseptor hormon stres secara kimia membantu para peneliti mencegah stres yang dapat memicu kebiasaan minum alkohol. Penemuan ini kemungkinan bisa membantu seseorang yang mengalami PSTD, gangguan mental dengan ciri khas perilaku impulsif dan penyalahgunaan obat-obatan yang berat.

"Penemuan ini memiliki implikasi pada penderita PSTD yang memiliki risiko penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang secara berlebihan," pungkas Dani. Para tikus tersebut diekspos dengan stres akut selama satu jam dan 15 jam kemudian, para peneliti mengukur jumlah air gula dengan tambahan etanol yang diminum tikus.

Tikus yang stres minum lebih banyak secara signifikan dan terjadi peningkatan dalam beberapa minggu, dibandingkan tikus yang tidak.

(Baca juga: Trik Mengatasi Stres)

Dopamin secara jelas memberi sinyal pada peningkatan etanol karena adanya perubahan sirkuit di daerah tegmental ventral, pusat dimana siatem penghargaan otak berada.

"Respons stres berevolusi untuk melindungi kita, tapi obat adiktif menggunakan mekanisme tersebut dan mengelabui otak kita untuk membuat kita tetap datang kembali dan meminta lebih," tambah Dani.

Neuron dalam kelompok eksperimen ternyata menjadi  lebih bersemangat dari waktu ke waktu, dan mendorong tikus untuk mengkonsumsi lebih banyak air bercampur etanol. Setelah para ilmuwan memberikan bahan kimia yang disebut CLP290, sirkuit stres berubah kembali normal.






(TIN)