Melalui BKGN, Masyarakat Bali Diajak Lebih Peduli Kesehatan Gigi dan Mulut

M Studio    •    Selasa, 15 Nov 2016 19:06 WIB
kesehatan gigi dan mulut
Melalui BKGN, Masyarakat Bali Diajak Lebih Peduli Kesehatan Gigi dan Mulut
RSGM milik FKG Mahasaraswati menjadi lokasi ke-17 yang dikunjungi BKGN, 14 hingga 16 November 2016 (Foto:Dok.Pepsodent)

Metrotvnews.com, Denpasar: Angka kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut di Bali tergolong rendah. Dari 91,8 persen masyarakat Bali yang menyikat gigi dua kali sehari, hanya 4,1 persen saja yang sudah menyikat gigi pada waktu yang  benar, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Berdasarkan data RISKESDAS 2013, jumlah tersebut sedikit berada di atas angka rata-rata nasional yang masih sangat memprihatinkan, yaitu 2,3 persen.

Selain itu, dari sekitar 24 persen masyarakat Bali yang memiliki permasalahan gigi dan mulut, namun baru 9,3 persen yang menerima penanganan dari tenaga ahli. Padahal, Bali memiliki rasio dokter gigi  ketiga tertinggi di Indonesia, yaitu 23:100.000.

Kondisi tersebut mendorong Pepsodent dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) serta Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) ketujuh. Tahun ini, BKGN diselenggarakan di 21 FKG yang mempunyai Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) dan 30 kota PDGI cabang di Indonesia.

RSGM milik FKG Mahasaraswati (UNMAS) menjadi lokasi ke-17 yang dikunjungi BKGN. Selama tiga hari, 14 hingga 16 November 2016, masyarakat Bali dan sekitarnya dapat melakukan pemeriksaan serta perawatan kesehatan gigi di RSGM Universitas Mahasaraswati tanpa dipungut biaya.

 

Fakultas Kedokteran Gigi UNMAS menargetkan lebih dari 1.000 orang yang berkunjung dan menyiapkan 116 tenaga ahli untuk memberikan pelayanan. Hadir pada peresmian BKGN, rektor Universitas Mahasaraswati Dr. Drs., I Made Sukamerta., MSi; didampingi dekan FKG Universitas Mahasaraswati Drg. PA. Mahendri. K., M.Kes., FISID, perwakilan Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Denpasar, disaksikan oleh mahasiswa serta para civitas akademika Universitas Mahasaraswati.

 “BKGN di RSGM milik FKG Universitas Mahasaraswati akan memberikan pelayanan promotif, preventif, serta kuratif secara gratis bagi masyarakat sekitar. Kami mengimbau masyarakat Denpasar agar memanfaatkan BKGN di FKG UNMAS, sehingga masyarakat dapat semakin paham akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, dimulai dengan mengenal dan mencegah kebiasaan buruk yang memengaruhi kesehatan gigi dan mulut," kata Drg. PA. Mahendri. K., M.Kes., FISID., dekan FKG Universitas Mahasaraswati.

"Melalui BKGN kali ini, Pepsodent ingin mengingatkan pentingnya peran orang tua, terutama ibu untuk mengenal dan mengetahui bagaimana cara mencegah kebiasaan yang berakibat buruk terhadap kondisi kesehatan gigi dan mulut anak. Sejumlah kebiasaan yang sering dilakukan anak dan dianggap sepele dapat berpotensi menjadi kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut si kecil,” ujar drg. Ratu Mirah Afifah GCClindent., MDSc, Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia, Tbk.

Kebiasaan buruk yang umum dilakukan dan berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut adalah tidak berkunjung ke dokter gigi secara rutin setiap enam bulan sekali. Melalui kunjungan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali, permasalahan gigi dapat segera ditangani sehingga mengurangi risiko gigi berlubang, penyakit gusi, serta mencegah perawatan lanjutan.

Kebiasaan buruk lain yang sering dianggap sepele adalah kebiasaan menyikat gigi dengan cara, frekuensi, dan waktu yang salah. Menyikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur selama minimal 2 menit, akan mengurangi risiko gigi berlubang hingga 50 persen.


(ROS)