Diet Yoyo Tingkatkan Risiko Gagal Jantung

Nia Deviyana    •    Minggu, 20 Nov 2016 17:34 WIB
studi kesehatan
Diet Yoyo Tingkatkan Risiko Gagal Jantung
(Foto: USA Today)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jutaan orang Amerika gemar melakukan diet yoyo, sebuah upaya keras untuk menurunkan berat badan. Namun, mereka akan kembali melakoni gaya hidup tak sehat setelah targetnya tercapai. Tak lama kemudian, berat badan pun kembali naik.

Studi yang dilakukan baru-baru ini memperlihatkan dampak negatif diet yoyo terhadap kesehatan jantung perempuan usia tua.

"Perempuan dengan berat badan normal yang menjalani diet yoyo sepanjang masa dewasa mereka memiliki peningkatan risiko kematian mendadak akibat gagal jantung 3,5 kali lebih besar, dan peningkatan risiko jantung koroner sebanyak 66 persen," ujar pemimpin penelitian, Dr Somwail Rasla.

Selama ini diketahui bahwa kelebihan berat badan pada usia paruh baya meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Namun, masih dalam penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana penurunan dan kenaikan berat badan dalam waktu cepat dapat memengaruhi kesehatan jantung.

Untuk penelitian ini, Rasla mengobservasi 158 ribu perempuan pascamenopause. Para peserta dibagi menjadi beberapa kategori, yakni berat badan stabil, penurunan berat badan yang dipertahankan, dan mereka yang menganut diet yoyo.

Kesehatan para peserta kemudian dilacak selama 11 tahun. Hasilnya, ada 2.500 perempuan yang meninggal karena penyakit jantung koroner, 83 diantaranya meninggal karena serangan jantung mendadak.

Peserta yang melakoni diet yoyo bertahun-tahum, memiliki risiko terkuat mengalami kematian mendadak akibat penyakit jantung koroner atau serangan jantung.

Kesimpulannya, menjaga berat badan tetap stabil tampaknya menjadi kunci agar Anda senantiasa sehat.


(DEV)