Waspadai Komplikasi Diabetes pada Mata

Media Indonesia    •    Minggu, 27 Nov 2016 15:32 WIB
diabetes
Waspadai Komplikasi Diabetes pada Mata
(Foto: Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyakit tidak menular diabetes melitus yang kini diderita 10 juta penduduk Indonesia semakin mengkhawatirkan. Diabetes menyerang seluruh pembuluh darah pada tubuh manusia. Pembuluh darah kecil juga menjadi sasaran.

Dokter spesialis mata RSCM, Mario Hutapea, mengatakan mata merupakan salah satu komplikasi diabetes yang terserang melalui pembuluh darah kecil. Ini dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah kecil yang memberikan nutrisi ke retina dan memotong asupan darah.

Akibatnya, mata mencoba untuk menumbuhkan pembuluh darah baru. Namun, pembuluh darah baru tidak berkembang dengan baik dan bisa bocor dengan mudah atau bisa disebut retinopati diabetik.

"(Retinopati diabetik) Dapat mengancam penglihatan bahkan menyebabkan kebutaan," ujar Mario di sela seminar dan screening retinopati diabetik dalam rangka World Diabetes Day 2016 di Jakarta, kemarin.

Menurut prevalensi data Persatuan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), retino-pati diabetik merupakan komplikasi diabetes melitus terbanyak kedua, yakni sekitar 35% penderita diabetes mengalami gejala tersebut.

Penderita yang berusia di atas 5 tahun lebih rentan mengalami retinopati diabetik.

"Jadi, retinopati diabetik juga bisa menyerang diabetes tipe-1 dan tipe-2," tambah Mario.

Dokter spesialis mata RSCM Gitalisa Andayani menganjurkan, jika sudah terdiagnosis diabetes, pasien harus segera memeriksa mata.

"Retina mata diperiksa untuk pendeteksian dini gejala retinopati diabetik. Selanjutnya ginjal dan kaki juga harus diperiksa, itu saja! Harus rutin setiap tahun diperiksa. Jika tidak, ada gejala komplikasi. Jika ada komplikasi, harus lebih ketat lagi, yakni 6 bulan sekali," ujarnya.

Optimalisasi penyakit sistemik, laser fotokoagulasi, injeksi intravitreal obat mata, dan bedah vitreoretina ialah beberapa cara untuk mengatasi gejala komplikasi retinopati diabetik.


(DEV)