Teknologi Injeksi Terbaru untuk Pengobatan Osteoarthritis Lutut

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 28 Aug 2017 13:11 WIB
osteoarthritis
Teknologi Injeksi Terbaru untuk Pengobatan Osteoarthritis Lutut
Ada beberapa jenis pengobatan untuk mengurangi rasa sakit akibat pengeroposan tulang rawan atau osteoarthtitis. (Foto: Brighamhealthhub.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Osteoarthtitis adalah masalah sendi yang umumnya dialami mereka yang berusia senja. Ada beberapa jenis pengobatan untuk mengurangi rasa sakit akibat pengeroposan tulang rawan sebagai bantalan tersebut, yaitu injeksi dan bedah. 

Bagi mereka yang tak ingin adanya pengobatan invasif, injeksi Asam Hialuronat (HA) adalah pilihan yang tepat. Kandungan HA dapat membantu memperbaiki kerusakan tulang rawan. Sayangnya, injeksi HA hanya bertahan untuk beberapa saat (sekitar enam bulan) dan pasien harus kembali menyuntikkan cairan tersebut agar rasa nyeri tak kambuh. 

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Saeed Al Althani dari College of Medicine and Health Sciences, United Arab Emirates University, Al-Ain, Uni Emirat Arab menemukan inovasi baru untuk membantu penderita osteorarthtritis tak perlu bolak-balik melakukan injeksi HA.



Bersama dengan peneliti Dr. Ahmed Al-Qahtani dari AQ Skin Solutions Inc., ia menemukan teknologi baru yang menggabungkan HA dengan grow factor dari sel tubuh manusia untuk membantu memperbaiki dan membangun kembali tulang rawan pada sendi lutut.

Grow factor berperan untuk memperbaiki kerusakan dalam tubuh dan membangun kembali sel tersebut dimana setiap grow factor memiliki spesifikasi tersendiri. Misalnya, grow factor pada lutut berbeda dengan grow factor pada bahu. 

"Teknologi ini menggabungkan HA dan grow factor pada lutut dimana injeksi ini lebih cair dibandingkan jenis injeksi lainnya sehingga rongga pada tulang rawan dan tulang yang kosong karena hilangnya kepadatan bisa terisi," tukas Dr. Saeed saat ditemui Metrotvnews.com, Jumat 25 Agustus 2017. 

(Baca juga: Studi: Wanita Lebih Rentan Terkena Osteoarthritis Dibanding)

Penelitian tersebut dilakukan sejak tahun 2012 hingga 2016 dan telah diujicoba pada sekitar 100 pasien osteoarthritis berusia 58-79 tahun di Dubai yang mengalami tingkat kesakitan pada cukup parah dengan rata-rata 6,5 dari skala 10. Setelah melakukan injeksi, para partisipan mengaku rasa sakit berkurang hingga setengahnya. 

"Ujicoba dilakukan pada April 2016 dan belum ada pasien yang kembali untuk mengeluhkan kesakitan," tambah Dr. Saeed yang berarti durasi pengobatan injeksi tersebut lebih lama dibandingkan injeksi HA saja. 

Penggunaan injeksi tersebut juga tak sulit dimana pasien yang ingin melakukan pengobatan tersebut harus mendapatkan rekomendasi terlebih dahulu dari dokter. Kemudian, cairan tersebut akan disuntikkan pada bagian rongga dalam sendi lutut yang kosong.

"Cukup satu dosis, sekitar dua sampai empat mililiter, tergantung tingkat keparahan osteorarthitis," terangnya. 



Setelah pasien mendapatkan injeksi, Dr. Saeed menyarankan agar tidak melakukan aktivitas yang banyak melibatkan lutut hingga hari berikutnya, untuk hasil yang lebih maksimal. 

Sementara, efek samping sesaat dari teknologi tersebut adalah kaki merasa berat, dimana hal ini tergolong wajar pada tipikal pengobatan injeksi. 

Teknologi ini sudah diperkenalkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Timur Tengah (Uni Emirat Arab dan Arab Saudi), Malaysia, dan Indonesia. 









(TIN)