Alasan Seks yang Bisa Menyakiti Wanita

Torie Natalova    •    Rabu, 06 Sep 2017 15:23 WIB
seks dan kesehatan
Alasan Seks yang Bisa Menyakiti Wanita
Beberapa rasa nyeri ini bisa terjadi karena beberapa masalah kesehatan yang harus Anda waspadai. (Foto: Tanja Heffner/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi sebagian wanita, seks bisa menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman. Tak hanya sekali, dua kali, namun rasa sakit itu terjadi setiap kali berhubungan intim dengan pasangan. Rasa nyeri membuat Anda tak bisa menikmati seks.

Dilansir dari Femalefirst, rasa nyeri ini bisa terjadi karena beberapa masalah kesehatan yang harus Anda waspadai. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan rasa nyeri atau tak nyaman saat bercinta.



1. IMS
Infeksi menular seksual (IMS) dapat membuat seks menjadi menyakitkan. Meski beberapa IMS seperti herpes genitas memiliki gejala yang terlihat, infeksi bakteri seperti gonore dan klamidia biasanya tidak menunjukkan gejala sama sekali. 



2. Endometriosis
Wanita yang menderita penyakit ini biasanya sering mengalami sakit saat menstruasi dan juga mengalami masalah kesuburan. Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan yang bertindak seperti lapisan rahim ditemukan di luar rahim. Gejala umum yang dirasakan penderita endometriosis yakni rasa sakit di perut, panggul dan punggung bawah dan nyeri selama hingga setelah berhubungan seks.



3. Vaginismus
Ini digunakan untuk menggambarkan pengetatan otot di sekitar vagina kapanpun saat penetrasi seksual dilakukan. Tak hanya membuat seks tidak nyaman, ini juga dapat menyebabkan wanita kehilangan percaya diri saat di ranjang. Banyak wanita yang mendatangi dokter untuk mencari tahu rasa tak nyaman tersebut dan membantunya mengatasi masalah.

(Baca juga: Rutin Aktivitas Seks Tingkatkan Kemampuan Otak pada Lansia)



4. Infeksi vagina
Kebanyakan wanita mengalami infeksi vagina seperti sariawan. Meski dianggap tak berbahaya, namun ini bisa menyebabkan pembengkakan dan ketidaknyamanan di sekitar vagina.

Gejala yang umum adalah munculnya cairan seperti krim keju putih. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat berhubungan skes karena Anda mengalami kesulitan untuk bersantai dan memproduksi pelumas alami.



5. Menopause
Ini adalah akhir dari menstruasi bagi seorang wanita dimana ovarium wanita berhenti memproduksi sel telur setiap bulannya. Saat memasuki tahap ini, kadar estrogen akan secara signifikan berkurang dan menyebabkan gejala seperti rasa panas dan berkeringat di malam hari serta kekeringan pada vagina.

Kurangnya pelumas jelas menyebabkan rasa sakit saat bercinta. Beberapa wanita yang mengalami gejala menopause memilih untuk mengambil terapi penggantian hormon untuk menggantikan estrogen yang hilang.

Jika Anda para wanita seringkali merasakan nyeri selama atau setelah berhubungan seks, maka penting untuk Anda menemui dokter untuk mengetahui penyebabnya. Penting untuk segera mengetahuinya agar masalah bisa diatasi dan Anda pun bisa menikmati kegiatan di ranjang dengan pasangan. 










(TIN)