Batuk Berkepanjangan dan Nyeri Dada Bisa Jadi Pertanda GERD

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 16 May 2017 15:14 WIB
kesehatan
Batuk Berkepanjangan dan Nyeri Dada Bisa Jadi Pertanda GERD
(Foto: Homeveda)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjelang bulan puasa, masalah pencernaan seringkali bermunculan, termasuk Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Penyakit ini disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan.

GERD memiliki banyak gejala diantaranya mual atau kembung (paling umum), sering bersendawa, nyeri dada, flu, asma, gigi berlubang, hingga batuk yang berkepanjangan.

"Sering batuk baik saat bangun tidur, saat makan, atau tidur malam; dan kambuh lagi meski telah diobati disertai dengan meriang adalah tanda GERD," jelas dr. Hardianto Setiawan, SpPD dalam temu media di Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Selasa 16 Mei 2017.

Selain batuk berkepanjangan, salah satu gejala yang sering disalahartikan adalah nyeri dada. Tak jarang, orang menganggap gejala ini adalah pertanda penyakit jantung.

Oleh karena itu, perlu dilakukan cara sederhana untuk memastikan apakah nyeri dada yang dirasakan adalah GERD atau penyakit jantung.

"Bila merasakannya nyeri dada, cobalah minum air hangat dan tunggu sekitar sepuluh menit. Jika sudah tak terasa, itu berarti GERD," jelasnya

Namun, jika masih terasa dan semakin bertambah parah dimana muncul gejala lain seperti sulit bernapas, tekanan darah dan denyut nadi meningkat; besar kemungkinan jantung mengalami gangguan.

GERD adalah gangguan kerongkongan yang disebabkan oleh berbagai hal seperti tidak berfungsinya lower esophageal sphincter (LES) di ujung bawah kerongkongan sebagai pintu penghubung makanan/minuman dengan lambung atau hernia hiatal (bagian perut yang menonjol ke permukaan diafragma). Akibatnya, makanan kembali mengalir ke atas.

Hindari kebiasaan merokok yang memicu kerusakan selaput lendir, dan konsumsi makanan yang dapat memicu peningkatan asam seperti coklat,soda, kopi, dan lain-lain.


(DEV)