Orang Sekitar Cenderung Sepelekan Penderita Depresi

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 21 Jul 2017 16:58 WIB
psikologi
Orang Sekitar Cenderung Sepelekan Penderita Depresi
Depresi adalah gangguan kejiwaan dengan gejala utama penurunan suasana hati, merasa putus asa, dan tidak bersemangat melakukan kegemaran atau kegiatan apa pun. (Foto: Toa Heftiba/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Depresi adalah salah satu gangguan jiwa yang banyak dialami orang saat ini. Sayangnya, orang-orang sekitar, yang dijadikan sebagai tempat bercerita, justru menyepelekan masalah yang dialami lawan bicaranya tersebut. 

Menurut psikiater dr. Andri, SpKJ, FAPM dari Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, mereka yang diharapkan dapat menjadi penolong atau penenang, justru acuh tak acuh. 

"Tak sedikit orang yang diajak bicara tak sadar bahwa lawan bicara mereka mengalami depresi. Mereka hanya menganggap itu hanyalah kesedihan biasa yang berkepanjangan," ungkapnya saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat 21 Juli 2017. 

Padahal, gejala depresi sendiri tak hanya terlihat dari perubahan emosi namun juga fisik, seperti nyeri, gangguan tidur (kurang tidur atau terlalu sering tidur), konsentrasi terganggu, kognitif menurun, lambat berpikir, dan sulit mengambil keputusan. 



(Baca juga: Benang Merah Antara Alkohol, Depresi dan Bunuh Diri)

Depresi adalah gangguan kejiwaan dengan gejala utama penurunan suasana hati, merasa putus asa, dan tidak bersemangat melakukan kegemaran atau kegiatan apa pun. 

Jika kondisi tersebut terjadi selama lebih dari dua minggu, maka gangguan tersebut termasuk dalam kategori depresi. 









(TIN)