Tiga Mitos tentang Kehamilan Kembar Ini Sebaiknya Tidak Dipercaya

Raka Lestari    •    Minggu, 05 Aug 2018 13:30 WIB
kehamilan
Tiga Mitos tentang Kehamilan Kembar Ini Sebaiknya Tidak Dipercaya
(Foto: Romper)

Jakarta: Banyak metode untuk meningkatkan kemungkinan mendapatkan bayi kembar. Namun, tak sedikit juga yang hanya mitos belaka.

Dilansir dari Web MD, semakin banyak wanita memiliki tingkat hormon yang lebih tinggi yang disebut FSH, maka semakin besar kemungkinan lebih besar memiliki kembar fraternal.

Selain usia wanita saat hamil, berikut ini adalah beberapa mitos mengenai cara untuk mendapatkan bayi kembar. 

1. Mengonsumsi ubi

Dikutip dari Afrika Check, suku Yoruba yang terdapat di Nigeria bagian barat daya memiliki tingkat kelahiran dengan bayi kembar tertinggi dan sering dikaitkan dengan konsumsi ubi yang cukup tinggi disana. 

"Ubi jalar di Nigeria memiliki daging kuning muda, hampir berwarna putih. Dan itu memiliki kandungan yang sama dengan ubi manis lainnya," ujar Dr Samuel Pang dari Fertility Authority.

2. Menghentikan pil KB

Salah satu mitos lainnya mengenai kehamilan bayi kembar adalah dengan menghentikan konsumsi pil KB. Sebuah studi 1977 yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menemukan bahwa wanita yang hamil segera setelah menghentikan kontrasepsi oral dua kali lebih mungkin memiliki anak kembar,menurut VeryWell Family. Mereka mengaitkan hal tersebut dengan ovarium yang akan mengalami superovulasi setelah pil dihentikan. 

3. Perut yang besar saat hamil

"Kehamilan kembar lebih sering terjadi pada wanita yang lebih tinggi. Para ahli tidak yakin mengapa hal ini terjadi, tetapi mungkin ini terjadi karena wanita-wanita yang lebih tinggi atau lebih berat mengonsumsi lebih banyak nutrisi daripada wanita yang lebih kecil.


(DEV)