Selain Rokok, Polusi Udara juga Menjadi Pemicu Kanker Paru-paru

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 02 Aug 2018 11:31 WIB
studi kesehatan
Selain Rokok, Polusi Udara juga Menjadi Pemicu Kanker Paru-paru
(Foto: The Health Site)

Jakarta: Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit Sir Gangga Ram (SGRH) dan Yayasan Peduli Paru di Delhi, India menemukan bahwa 50 persen pasien kanker adalah bukan perokok. 

Dari 150 pasien yang berhasil diobati dari Maret 2012 hingga Juni 2018, 74 orang bukan perokok, sementara 76 orang perokok.

"Polusi berkontribusi banyak pada peningkatan kasus kanker paru. Emisi industri dan kendaraan dan pembakaran jerami adalah beberapa alasan utama untuk kanker paru-paru. Orang muda dan wanita adalah korban kanker paru-paru sebagian besar karena polusi," kata Neeraj Jain, dokter dada di Rumah Sakit Gangga Ram seperti dilansir dari The Health Site.

Menurut Arvind Kumar, Ketua Pusat Bedah Dada SGRH, anak-anak terpapar kualitas udara yang buruk sejak kelahiran mereka, bahkan sebelum seseorang mulai merokok, paru-paru mereka sudah terinfeksi karena polusi.

Ia menjelaskan, tingkat polusi PM 2,5 di udara setara dengan merokok satu batang rokok sehari. 

"Dan karena itu, bayi yang baru lahir menghirup udara buruk ini memiliki peluang lebih tinggi didiagnosis untuk kanker paru-paru. Itu sebabnya kami merekomendasikan check-up," tambahnya. 

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa 30 persen pasien awalnya didiagnosis menderita tuberkulosis selama berbulan-bulan, sebelum memulai pengobatan kanker. 


Lihat video:




(DEV)