Alat Make-up yang Sebaiknya Disingkirkan Setalah Sembuh dari Sakit

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 02 Mar 2018 11:09 WIB
kesehatan kulit
Alat Make-up yang Sebaiknya Disingkirkan Setalah Sembuh dari Sakit
Selain kuman pilek dan flu, produk bibir juga bisa menyebarkan Herpes simplex virus (HSV-1). (Foto: Courtesy of Unsplash.com)

Jakarta: Bagi Anda yang sudah sembuh dari sakit, sebaiknya buang make up yang Anda gunakan saat sakit. 

Investigator kesehatan DNA keamanan ConsumerSafety.org Morgan Statt mengatakan bahwa beberapa risiko kesehatan bisa dipicu dari kosmetik karena kuman flu atau pilek dapat tinggal pada alat dandan tersebut.

Produk untuk bibir adalah yang paling rentan. "Anda sebaiknya membuang produk bibir setelah sembuh dari sakit. Lapisan bibir adalah pintu masuk alami pada saluran pernapasan sehingga bisa menambah risiko infeksi atau sakit," terangnya pada Theindependent.com. 

Selain kuman pilek dan flu, produk bibir juga bisa menyebarkan Herpes simplex virus (HSV-1).

Namun, jika Anda tak rela membuangnya, Statt menyarankan untuk memotong bagian ujung produk atau mengelap lapisan teratas dengan tissue dan membersihkan tutup produk dengan alkohol.

(Baca juga: 4 Trik Make up untuk Tampil Lebih Muda)


(Selain kuman pilek dan flu, produk bibir juga bisa menyebarkan Herpes simplex virus (HSV-1). Foto: Daiao Diao/Unsplash.com)

"Untuk memastikan Anda membunuh semua kuman, pelintir tabung lipstik sehingga sebagian besar produk terbuka dan tenggelamkan ke dalam cangkir berisi alkohol. Biarkan setidaknya 30 detik lalu biarkan kering secara alami," tambah Statt.

Namun, tabung lipstik yang lembap dan gelap merupakan tempat berkembang biak yang ideal untuk bakteri, bahkan jika belum bersentuhan dengan orang atau permukaan yang terinfeksi, jadi Statt tetap menyarankan untuk membuangnya saja.

Selain lipstik, Statt juga menyarankan untuk membuang produk mata, terutama eyeliner dan maskara, setelah tubuh sudah pulih dari sakit. Make-up mata juga bisa menyebarkan penyakit lain seperti konjungtivitis atau mata merah.

Dermatologist dan pendiri DermWarehouse Dr Alan J. Parks setuju dengan hal tersebut. Dalam kasus konjungtivitis atau infeksi mata lainnya, ia menyarankan untuk membuang make-up mata karena penyakit tersebut sangat menular.

Selain itu, bergantian menggunakan make-up juga sebaiknya dihindari. "Risiko penyebaran kuman dan infeksi saat berbagi make-up sangat besar," tegas Statt. Terakhir, Statt menekankan untuk mencuci kuas make-up, minimal seminggu sekali untuk menghindari munculnya infeksi. 










(TIN)