Penelitian: Polusi Bisa Menghilangkan Manfaat Kesehatan Berjalan Kaki

Anindya Legia Putri    •    Kamis, 07 Dec 2017 13:43 WIB
studi kesehatan
Penelitian: Polusi Bisa Menghilangkan Manfaat Kesehatan Berjalan Kaki
Sebuah studi baru yang diterbitkan di Lancet menyampaikan bahwa berjalan kaki di lingkungan dengan polusi udara yang tinggi justru akan menghilangkan beragam manfaat positif berjalan kaki. (Foto: Peter Adams/Gettyimages)

Jakarta: Berjalan kaki adalah salah satu hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki dapat memperpanjang hidup Anda dan meningkatkan kesehatan jantung.

Namun, sebuah studi baru yang diterbitkan di Lancet menyampaikan bahwa berjalan kaki di lingkungan dengan polusi udara yang tinggi justru akan menghilangkan beragam manfaat positif berjalan kaki.  

Sebuah tim peneliti merekrut 119 orang berusia di atas 60 tahun. Dari jumlah tersebut, 40 orang sehat, 40 menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan penyakit paru inflamasi, dan 39 menderita penyakit jantung iskemik, yang disebabkan oleh penyempitan arteri.


("Anda harus menghindari daerah yang tercemar untuk melakukan olah raga apapun, khususnya berjalan," tandas  pemimpin peneliti Kian Fan Chung, seorang profesor pengobatan pernafasan di National Heart and Lung Institute di Imperial College London. Foto: Pixabay.com)

Beberapa orang diinstruksikan untuk berjalan selama dua jam per hari di sepanjang London's Oxford Street, sebuah jalan raya di pusat kota yang banyak dilalui oleh bus dan mobil, sementara yang lain menghabiskan waktu yang sama dengan berjalan melewati Taman Hyde Park. 

Tiga sampai delapan minggu kemudian, kelompok tersebut bertukar rute. Setelah masing-masing berjalan kaki, peneliti mengukur konsentrasi polutan di setiap lingkungan, bersamaan dengan sejumlah penanda kesehatan pada peserta, termasuk kapasitas paru-paru, sesak napas, batuk dan kekakuan arteri, yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

(Baca juga: 3 Manfaat dari 15 Menit Berjalan Kaki)

Setelah berjalan melalui Hyde Park, orang-orang sehat mengalami peningkatan besar dalam kapasitas paru-paru dan kekakuan arterial mereka. Tapi setelah berjalan di sepanjang Oxford Street, dan menghirup sejumlah polutan di udara, hanya terdapat sedikit perbaikan dalam kapasitas paru-paru dan memburuknya kekakuan arteri. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas udara telah meniadakan banyak manfaat kesehatan jalan kaki.


(Sebuah studi baru yang diterbitkan di Lancet menyampaikan bahwa berjalan kaki di lingkungan dengan polusi udara yang tinggi justru akan menghilangkan beragam manfaat positif berjalan kaki. Foto: Pixabay.com)

Orang dengan COPD dan mereka yang menderita penyakit jantung keduanya mengalami perbaikan kapasitas paru-paru yang tidak berarti setelah berjalan di lokasi manapun. Namun, orang dengan COPD menunjukkan lebih banyak masalah pernafasan, termasuk batuk, mengi dan sesak napas setelah berjalan di sepanjang Oxford Street.

Orang dengan penyakit jantung juga mengalami kekakuan arteri yang lebih parah setelah berjalan di lingkungan perkotaan, kecuali jika mereka memakai obat kardiovaskular yang tampaknya menawarkan beberapa manfaat perlindungan.

"Anda harus menghindari daerah yang tercemar untuk melakukan olah raga apapun, khususnya berjalan," tandas  pemimpin peneliti Kian Fan Chung, seorang profesor pengobatan pernafasan di National Heart and Lung Institute di Imperial College London.

Hal tersebut pun serupa bagi Anda yang tinggal di kota-kota besar, khususnya di Jakarta. Pilihlah taman kota atau tempat yang jauh dari polutan untuk mendapatkan manfaat penuh dari olahraga yang Anda jalani. 









(TIN)