Studi: Lemak Nabati Lebih Menyehatkan daripada Lemak Hewani

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 23 Mar 2018 17:42 WIB
kesehatan
Studi: Lemak Nabati Lebih Menyehatkan daripada Lemak Hewani
Sebuah studi membuktikan bahwa lemak tumbuhan lebih sehat daripada lemak hewan. (Foto: Mariana Medvedeva/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi membuktikan bahwa lemak tumbuhan lebih sehat daripada lemak hewan. Penemuan tersebut menyimpulkan bahwa lemak tak jenuh tunggal berbasis tanaman berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat penyakit jantung dan penyebab lainnya. Lemak ini terdapat pada minyak sayur, alpukat, kacang, dan biji-bijian. 

Sementara lemak tak jenuh tunggal berbasis hewan seperti yang ada pada daging, susu, dan telur; memiliki risiko yang lebih tinggi.

"Kami telah mengamati peran menguntungkan lemak tak jenuh tunggal untuk pencegahan mortalitas kardiovaskular dan total ketika makanan nabati adalah sumber utama," kata Marta Guasch-Ferre, peneliti di departemen nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health

Para peneliti mencari pola dalam data makanan hampir 100 ribu orang dan mengikuti orang-orang tersebut selama sekitar 22 tahun, di mana para partisipan diminta menyelesaikan kuesioner makanan setiap empat tahun. 

Selama dekade tindak lanjut, lebih dari 20.600 orang meninggal, sekitar 4.500 akibat penyakit jantung.

Partisipan yang mengonsumsi banyak lemak nabati memiliki risiko kematian 16 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang memiliki asupan nabati rendah. Sementara mereka yang mengonsumsi banyak lemak hewani memiliki risiko 21 persen lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi banyak makanan ini.


("Kami telah mengamati peran menguntungkan lemak tak jenuh tunggal untuk pencegahan mortalitas kardiovaskular dan total ketika makanan nabati adalah sumber utama," kata Marta Guasch-Ferre, peneliti di departemen nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health. Foto: thought Catalogue/Unsplash.com)

(Baca juga: Jenis-jenis Minyak Nabati yang Paling Sehat)

Para peneliti menyimpulkan, mengganti sejumlah kecil kalori dari lemak trans, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan dengan jumlah yang sama dari lemak nabati juga dapat mengurangi risiko seseorang meninggal 10 hingga 15 persen. 

Perbedaan antara tumbuhan versus sumber lemak hewani, Guasch-Ferre mengatakan, kemungkinan karena nutrisi lain yang ditemukan dalam makanan tersebut.

Sumber tanaman lemak tak jenuh tunggal biasanya juga kaya akan vitamin, polifenol dan lemak tak jenuh ganda yang merupakan lemak rantai panjang atau dikenal dengan sehat jantung. 

Sumber lemak hewani, di sisi lain, cenderung mengandung banyak lemak jenuh dan kolesterol, yang dapat berkontribusi terhadap penyakit jantung.

“Baru-baru ini, rekomendasi pola makan telah bergeser ke arah diet termasuk jumlah makanan nabati yang lebih tinggi dibandingkan makanan berbasis hewani,” tulis Guasch-Ferre. "Hasil kami sesuai dengan rekomendasi ini."








(TIN)