Sering Susah Tidur? Jangan Sembarang Konsumsi Pil Melatonin

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 16 Oct 2016 12:06 WIB
kesehatan
Sering Susah Tidur? Jangan Sembarang Konsumsi Pil Melatonin
(Foto: Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pil melatonin adalah salah satu obat yang membantu seseorang tidur terlelap. Obat ini sering digunakan mereka yang mengalami kesulitan tidur.

Fungsi lain, obat ini juga menjadi solusi bagi mereka yang sering mengalami jet lag pesawat. Namun, benarkan sering konsumsi pil ini bisa mengakibatkan kecanduan?

"Pil melatonin tak bisa membuat kecanduan meskipun dikonsumsi tiap malam, tak seperti obat tidur," ujar Chris Windter, direktur medis dari Martha Jefferson Hospital Sleep Medicine Center.

Namun, bukan berarti pil ini bebas dikonsumsi tiap malam. Setidaknya beri jeda waktu sekitar empat atau lima hari dan dalam kondisi khusus seperti insomnia parah atau jet lag.

"Jika sudah tidak mengalaminya, Anda harus berhenti," tegasnya.

Hal ini berkaitan dengan fungsi jam internal tubuh dimana kelenjar pineal otak mengingatkan tubuh untuk istirahat ketika matahari terbenam. Kelenjar tersebut mensekresi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun sebagai pengingat.

"Ketika seseorang mengkonsumsi pil melatonin untuk pertama kalinya, mereka akan mengalami lonjakan hormon dari suplemen tersebut di malam hari," terangnya.

Untuk jangka pendek, melatonin dapat menyesuaikan jam internal tubuh. Ini adalah cara yang baik untuk mnegembalikan ritme sirkadian yang terganggu.

Namun, jika dikonsumsi setiap hari, akan menimbulkan masalah karena mengubah ritme waktu. Misalnya, ketika melatonin alami biasa dikeluarkan setiap pukul 7 malam, maka hormon tersebut mulai tidak keluar hingga pukul 11 malam karena perannya sudah diambil alih suplemen.

"Dengan kata lain, suplemen tersebut telah menyabotase efektivitas jam internal tubuh," simpulnya.

Untuk beberapa orang, secara psikologis mereka merasa ketergantungan pada obat supaya lebih mudah tidur.

"Seperti selimut bayi, pada dasarnya pil tersebut tak menyembuhkan apapun. Namun, karena sudah terbiasa, orang akan merasa tegang bila tak meminumnya. Mereka akan mulai bepikir ketika mereka tidur tanpa meminumnya, mereka akan merasa buruk saat bangun pagi," katanya.

Untuk itu, Dr. Winter menyarankan untuk mencoba pola tidur alami. Mungkin awalnya akan membuat terbangun tengah malam, namun setidaknya otak akan terlatih tubuh untuk tidur lebih efisien di malam hari.

Salah satu cara lain untuk membantu terlelap secara alami adalah dengan menciptakan suasana yang tenang di malam hari, seperti mematikan lampu dan gadget lebih cepat.

"Ini akan memberi sinyal pada otak bahwa sudah saatnya untuk memproduksi melatonin dan memudahkan Anda untuk tidur," tutupnya.

 


(DEV)