Hubungan Komunikasi Otak dengan Saluran Cerna

Yatin Suleha    •    Jumat, 04 Nov 2016 12:09 WIB
perkembangan anak
Hubungan Komunikasi Otak dengan Saluran Cerna
Perlu sekali membuat suasana makan si kecil menjadi menyenangkan. (Foto: Photofurl)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memangnya otak bisa berkomunikasi dengan saluran cerna? Bagaimanakah bentuk komunikasinya jika memang bisa begitu karena letak dua organ ini jelas berjauhan.

Menurut DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA (K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr. Soetomo, dan pakar pediatrik tumbuh kembang dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya mengatakan menjaga saluran cerna tetap sehat menjadi sangat penting karena saluran cerna tidak hanya berfungsi untuk menampung nutrisi, namun juga mempengaruhi sinyal ke otak melalui mikrobiota usus.

(Baca juga: Tips Mendongeng Bagi Orangtua)

Inilah konsep komunikasi dua arah antara otak dan saluran pencernaan yang disebut dengan Gut-brain axis. "Saluran cerna yang sehat sangat mempengaruhi kerja otak, sebaliknya otak juga mengirimkan sinyal ke saluran cerna," papar DR. Wawan, sapaan akrab DR. Ahmad Suryawan.

Ia juga menjelaskan  bahwa, nutrisi bisa masuk ke dalam otak lewat satu-satunya jalan yaitu melalui saluran cerna. Dulu, komunikasi dipahami sebagai berikut: zat-zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, masuk ke dalam saluran cerna, beredar di dalam pembuluh darah, dan masuk ke otak.

"Itu ilmu 'jadul', namun tidak hilang dan masih dipakai. Sekarang semakin memahami bahwa saluran cerna ini berkomunikasi dengan otak dengan sebuah jalur yang luar biasa penting yang bernama gut-brain axis tersebut," kata DR. Wawan lagi.

Begini contoh mudahnya: Gut-brain axis berkomunikasi dengan otak dan organ sensorinya secara timbal balik. DR. Wawan memberikan contoh konkretnya yaitu, jika sedang stres, seseorang akan merasa kurang enak makan atau malah tidak nafsu sama sekali untuk makan, walau makanan yang disajikan enak. Begitu pula sebaliknya jika dalam keadaan senang. Untuk itu perlu sekali, saran DR. Wawan untuk membuat suasana makan si kecil menjadi menyenangkan.







(TIN)