Tiga Tanda Bayi Mengalami Growth Spurt

Dhaifurrakhman Abas    •    Senin, 03 Dec 2018 15:12 WIB
perkembangan anak
Tiga Tanda Bayi Mengalami Growth Spurt
Ketahui empat tanda bayi mengalami growth spurt. (Foto: Alexander Dumm/Unsplash.com)

Jakarta: Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh dan berkembang sempurna. Tak pelak, seluruh kebutuhan bayi disiapkan untuk menunjang pertumbuhannya.

Namun barangkali Anda pernah merasa suatu waktu bayi selalu mengalami lapar pada tahun pertamanya. Seolah konsumsi makannya tak tercukupi.

Hal itu biasa disebut dengan growth spurt atau percepatan pertumbuhan. Pertumbuhan fisik yang paling signifikan umumnya terjadi selama tahun pertama kehidupan si kecil.

Hal ini bisa terjadi pada minggu kedua sampai enam pada tahun awal kehidupannya. Pula bisa terulang kembali ketika bayi berumur tiga sampai enam bulan.

Saat bayi mengalami growth spurt, tubuh bayi akan bertambah berat dan panjang serta lingkar kepalanya bertambah besar, lebih cepat dari biasanya. Nah, agar Anda tak panik menghadapinya sebaiknya ketahui empat tanda bayi mengalami growth spurt, dikutip Parents.

(Baca juga: Momen Perkembangan Bayi yang Menggemaskan)

1. Pola makan tak teratur
Anda mungkin akan menemukan perbedaan skejul menyusui yang meningkat secara signifikan. Bayi bisa meminta menyusui hampir setiap jam. Hal ini berlangsung dua sampai empat hari.

Untuk menopang tumbuh kembangnya, Anda perlu menyusui kapanpun dan sebanyak apapun yang bayi butuhkan. Produksi Air Susu Ibu (ASI) biasanya akan menyesuaikan dengan kebutuhan si kecil.

Sedangkan untuk bayi yang menyusu susu formula, pemberian botol ekstra selama beberapa hari dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

"Metabolisme bayi cepat dalam satu tahun setelah dilahirkan. Begitu juga frekuensi meminta menyusui yang begitu cepat," kata Dr Joshua May, Endokrinologis Pediatrik dari Los Angeles Medical Center, Kaiser Permanente.

Dr May bilang, seluruh kalori tersebut sangat dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi. Termasuk perkembangan otot, lemak, pertumbuhan sel dan juga hormon pembentuk tulang.


(Saat bayi mengalami growth spurt, tubuh bayi akan bertambah berat dan panjang serta lingkar kepalanya bertambah besar, lebih cepat dari biasanya. Foto: Filip Mroz/Unsplash.com)

2. Pola tidur berubah
Beberapa orang tua melaporkan bayi akan lebih sering tidur pada masa pertumbuhan. Sementara ada juga yang melaporkan waktu tidur bayi justru semakin sedikit.

Clare Brush, seorang pediatrik dari Columbia University Medical Center mengtakan, waktu tidur berperan penting dalam membentuk perkembangan hormon utama tubuh bayi. Hormon ini yang karib disebut growth hormon.

"Jadi biarkan bayi Anda terlelap secara alami," ujar Bush.

Bayi lebih rewel
Biasanya bayi rentan menjadi rewel ketika lapar atau keletihan. Namun bayi yang rewel bisa jadi karena merasa kesakitan ketika masa pertumbuhan.

"Saya pikir itu masuk akal bahwa jika ada pertumbuhan besar, tendon dan otot, yang meregang di dalam tubuh dan yang mungkin terkait dengan rasa sakit," kata Dr May.

3. Kemampun bayi meningkat
Otak bayi secara fisik membesar bersama dengan perkembangan tubuhnya. Saat itu pula Anda akan merasakan bayi belajar menggunakan alat-alat yang ada di rumah.

"Hal ini yang menyebabkan tengkoraknya tumbuh dan menyatu secara bergantian. Itulah sebabnya fontanel bayi, atau titik lunak ubun-ubun, mulai tertutup pada usia satu tahun," imbuh Dr May.

Meski begitu, Anda patut memerhatikan bahwa pertumbuhan yang cepat, seperti tumbuh gigi, mudah membingungkan dengan masalah lain. Bayi yang terlalu mengantuk atau rewel bisa menandakan terserang penyakit.

Sementara rasa lapar yang terus menerus bisa menunjukkan pasokan susu yang kurang buat bayi. Tapi Anda bisa melihatnya dari pola pencernaan yang dilakukan bayi.

"Jika sesuai dengan pola makannya, Anda dapat menganggap pasokan bukan masalah," tandasnya.




(TIN)