Studi: Wanita Memiliki Otak yang Lebih Aktif

Torie Natalova    •    Jumat, 25 Aug 2017 10:57 WIB
studi kesehatan
Studi: Wanita Memiliki Otak yang Lebih Aktif
Otak wanita juga menunjukkan lebih banyak aliran darah di daerah limbic, yang mengendalikan fungsi dasar seperti lapar dan haus, tapi juga dianggap mempengaruhi pola asuh dan keterikatan. (Foto: Fernando Brasil/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kaum wanita patut berbangga, karena penelitian baru-baru ini menemukan bahwa wanita menunjukkan aktivitas yang jauh lebih signifikan di banyak bagian otak daripada pria.

Ilmuwan dari Amen Clinics di Newport Beach, California, meneliti lebih dari 46 ribu penelitian citra otak dengan harapan dapat lebih memahami bagaimana kelainan neurologis mempengaruhi jenis kelamin secara berbeda-beda.



Sebagai contoh, pria menunjukkan risiko ADHD, sedangkan wanita didiagnosis dengan gangguan Alzheimer, depresi dan kecemasan yang lebih sering.

Peneliti bertanya kepada subjek baik dengan atau tanpa kondisi kejiwaan untuk melakukan tugas kognitif atau istirahat saat mereka mengukur aliran darah di otak mereka. Hasil yang didapat mencakup beberapa perbedaan menarik yang tampaknya mendukung apa yang diketahui wanita.

Wanita menunjukkan aktivitas otak lebih banyak pada korteks prefrontal, wilayah yang berhubungan dengan pengambilan keputusan, fokus dan pengendalian impuls. Temuan tersebut mungkin menjelaskan mengapa mereka menunjukkan yang lebih besar ketika berkaitan dengan intuisi, empati, kolaborasi dan pengendalian diri.

(Baca juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Organ Intim Wanita Saat Musim Panas)

Otak wanita juga menunjukkan lebih banyak aliran darah di daerah limbic, yang mengendalikan fungsi dasar seperti lapar dan haus, tapi juga dianggap mempengaruhi pola asuh dan keterikatan.



Sementara pria menunjukkan beberapa kemampuan di beberapa daerah otak. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pusat visual otak yang lebih banyak, yang memproses hal-hal seperti wajah, benda dan warna.

Hasil penelitian ini dianggap dapat berguna bagi ilmuwan untuk selangkah lebih dekat mengobati penyakit neurologis dan mungkin dapat mencegah penyakit ini terjadi.










(TIN)