Ketahui Bahaya Kebocoran Usus

Torie Natalova    •    Jumat, 29 Sep 2017 17:11 WIB
kesehatan pencernaan
Ketahui Bahaya Kebocoran Usus
Dilansir dari Rodalewellness.com, statistik terbaru menunjukkan bahwa diet dan gaya hidup masa kini mendatangkan malapetaka pada kesehatan kita. (Foto: Becca Tapert/Unsplash.com)

Metrotvnews.com. Jakarta: Belakangan ini, gaya hidup semakin mengarah ke langkah cepat atau terburu-buru, termasuk makan. Selain itu, mengonsumsi banyak makanan tinggi gula, makan makanan pemicu peradangan seperti makanan cepat saji, kurang tidur dan jarang olahraga, membuat gaya hidup Anda semakin buruk.

Dilansir dari Rodalewellness.com, statistik terbaru menunjukkan bahwa diet dan gaya hidup masa kini mendatangkan malapetaka pada kesehatan kita. Banyak yang tidak mengetahui bahwa masalah kesehatan benar-benar dipicu oleh kesehatan usus yang buruk.



Mikrobioma usus yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah seperti berat badan bertambah, masalah dengan suasana hati dan fokus, obesitas, diabetes, peningkatan risiko penyakit autoimun dan penyakit lainnya.

Selain itu, stres jangka panjang dan makanan cepat saji dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai sindrom usus bocor atau leaky gut syndrome. Bukti ilmiah juga menunjukkan bahwa usus tak hanya bocor tapi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan serius lain.

(Baca juga: Berikut Ini Solusi Mencegah Kebocoran Usus)

Lapisan usus Anda

Lapisan usus Anda terdiri dari sel-sel yang biasanya dikemas rapat satu sama lain dan dikunci oleh persimpangan yang ketat. Kuncian ini memastikan bahwa sebagian makanan yang dicerna tetap berada di dalam usus Anda, di tempat asalnya.

Zonulin, adalah protein yang mengendalikan pengaturan persimpangan ketat tersebut. Ketika tingkat zonulin meningkat karena stres kronis dan pola makan yang buruk, persimpangan tersebut mulai rusak. Sehingga, ini memungkinkan partikel makanan dan racun yang sebagian dicerna, bocor ke aliran darah Anda.

Tubuh Anda kemudian mengira mereka adalah zat asing dan bahan kimia peradangan kemudian dilepaskan, menyebabkan kerusakan pada lapisan usus Anda. Ketika usus Anda terganggu, Anda memiliki waktu yang lebih sulit untuk menyerap nutrisi sehingga memicu perut terus lapar dan berat badan meningkat.



Akhirnya, antibodi pun mengikat partikel makanan yang belum tercerna, membentuk lapisan kompleks imun yang beredar di aliran darah dan mendarat di daerah lain di tubuh Anda, memicu peradangan lokal.

Dan saat itulah Anda mulai terkena gejala seperti sakit kepala, kelelahan, ruam dan nyeri sendi. Jika peradangan tetap ada, hal itu dapat menyebabkan respons seluruh sistem termasuk alergi dan penyakit autoimun.








(TIN)