Pentingnya Pap Smear untuk Mengetahui Kanker Serviks

Torie Natalova    •    Jumat, 21 Apr 2017 17:27 WIB
kesehatan dan produktivitas
Pentingnya Pap Smear untuk Mengetahui Kanker Serviks
Deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan pap smear. (Foto: Shutterstock.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Selama satu tahun terakhir, artis Julia Perez berjuang melawan kanker serviks yang dideritanya. Sempat dinyatakan sembuh, Jupe, begitu ia akrab disapa, kini masih terbaring lemah menjalani sejumlah pengobatan di rumah sakit.

Melihat kondisi Jupe, masyarakat Indonesia perlu mewaspadai kanker serviks yang menyerang wanita ini. Mengingat kanker ini adalah kanker kedua yang paling banyak diderita wanita setelah kanker payudara.

Deteksi dini merupakan cara yang penting untuk mengetahui gejala kanker. Sedangkan vaksin merupakan cara yang baik untuk mencegah perkembangan penyakit ini.



(Baca juga: Kanker Serviks Tak Hanya Menyebar Lewat Hubungan Seks)

Kanker serviks merupakan kanker ganas yang mematikan. Serviks terletak di bagian terendah rahim dan menghubungkan bagian atas rahim dengan vagina.

Human papillomavirus (HPV) merupakan pemicu utama kanker serviks. Infeksi penyakit menular berkaitan erat dengan hampir semua kasus kanker serviks. 

Deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan pap smear. Ini merupakan salah satu pertahanan pertama terbesar untuk melawan kanker serviks. Teknologi skrining sederhana ini dapat mendeteksi sebagian besar perubahan serviks yang terkait dengan perkembangan kanker. 

Pap smear biasanya direkomendasikan dilakukan minimal setiap tiga tahun sekali. Abnormal pap smear biasa terjadi. Ini terkadang disebabkan oleh pembacaan hasil yang tidak normal.



Tes ini mendeteksi adanya penyimpangan dalam ukuran, bentuk dan pengorganisasian sel-sel serviks atau yang dikenal dengan displasia serviks. Jika Anda pernah mengalami displasia dan telah diobati, maka Anda perlu menjalani pemeriksaan teratur. 

Vaksinasi HPV merupakan pencegahan pertama Anda setelah menjalani pap smear. Ada tiga macam bentuk vaksin yang bertujuan mencegah beragam jenis HPV yang berkaitan dengan kanker. Temui dokter kandungan Anda untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci terkait vaksin HPV.







(TIN)