Ini Alasan Mengapa Anda Harus Menghentikan Anak Balita Bermain Trampolin

   •    Senin, 24 Jul 2017 18:31 WIB
keluarga
Ini Alasan Mengapa Anda Harus Menghentikan Anak Balita Bermain Trampolin
Peringatan dari American Academy of Pediatrics dan American Academy of Orthopedic Surgeons menyarankan agar "anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak boleh menggunakan trampolin".(Foto: Illustrissima/Shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang ibu mengalami pelajaran ini dengan cara yang sulit. Dimulai awal 1990-an, mainan trampolin mulai populer. Pada tahun 1989, 140.000 trampolin terjual di Amerika Serikat dan pada tahun 1998, jumlah tersebut melonjak menjadi 640.000. 

Dilansir dari Rd.com, data menunjukkan bersamaan dengan melonjaknya trampolin, melonjak juga cedera yang ditimbulkan. Dari tahun 1990-1995, cedera terkait trampolin melonjak 98 persen dan pada tahun 1999 lebih dari 100.000 orang dirawat di ruang gawat darurat akibat trampolin.

(Baca juga: 5 Makanan untuk Menjaga Kesehatan Tulang)

Data di balik bahayanya trampolin sudah jelas, namun orangtua mungkin tidak banyak tahu meskipun trampolin dibuat untuk anak-anak, tapi tidak dibuat untuk balita. Dan Kait Ellen mengetahui itu dengan cara yang sulit.


(Ilustrasi. Foto: Dok. Sky Zone Durham)

Ellen memposting di Facebook yang dimana postingan tersebut telah dihapus olehnya. Di saat bepergian ke tempat gym trampolin bersama suami dan anak laki-lakinya, Colton yang berusia tiga tahun patah tulang paha akibat memantul dari kotak trampolin itu.

Ditambahkan dengan pesan setelah postingannya adalah peringatan dari American Academy of Pediatrics dan American Academy of Orthopedic Surgeons yang menyarankan agar "anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak boleh menggunakan trampolin".

Tekanan yang disebabkan oleh berat tulang dan badan yang di tempatkan pada tubuh balita bisa terbukti sangat berbahaya.

Sejak taman trampolin yang dibuka di Las Vegas, Nevada yang dibuka tahun 2004, taman yang lain bermunculan dengan cepat. Orangtua harus mengingat saran ahli untuk menjaga agar balita agar balita mereka tetap aman.



(Sany Septian)







(TIN)