Pentingnya Terapi Sejak Dini Bagi Penderita Sindroma Down

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 28 Mar 2018 15:04 WIB
kesehatan anakdown syndrome
Pentingnya Terapi Sejak Dini Bagi Penderita Sindroma Down
(Foto: Dok. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan)

Jakarta: Ketika anak sudah terdiagnosa mengalami Sindroma Down (SD), perlu dilakukan terapi untuk menunjang kehidupannya kelak. 

"Berbagai jenis terapi seperti fisioterapi, terapi bicara, hingga terapi okupasi secepat mungkin diberikan supaya anak bisa hidup seperti anak lainnya," tegas ahli rehabilitasi medik dr. Luh K. Wahyuni, SpRM(K) dalam acara peringatan Hari Sindroma Down Sedunia 2018, Rabu 28 Maret 2018. 

Ia melanjutkan, hal utama yang harus dikuasai anak SD adalah kemampuan untuk berkomunikasi yang merupakan dasar dalam berinteraksi. 

"Komunikasi ini juga melibatkan beberapa fungsi seperti penglihatan, pendengaran, dan hal-hal lain yang melibatkan tim dokter, tidak bisa satu dokter bekerja sendiri," tambahnya. 

Kemudian, anak SD juga perlu dilatih untuk bisa melakukan aktivitas sehari-hari agar dia dapat menolong diri sendiri seperti makan, berpakaian, mandi, atau hal-hal umum yang merupakan rutinitas. 

(Baca juga: Risiko Down Syndrome pada Janin Bisa Diketahui Melalui Tes Darah)

Ketiga, terapi membantu agar bisa bermain seperti anak-anak lain, baik secara sosial maupun sendiri. Terakhir, terapi membantu anak untuk bisa memasuki bangku akademis atau sekolah. 

"Pada dasarnya, terapi melatih anak untuk mandiri."

Ia menambahkan, peran serta orang tua tak kalah penting dalam membuat anak lancar dalam terapi dimana pendampingan dan latihan di rumah adalah kunci. 

"Guru paling hebat untuk anak SD adalah orang tua. Jika terapi hanya dua kali seminggu selama 30-45 menit per pertemuan, ibu bertugas melatih anak ketika berada di rumah. Makanya, ibu juga perlu belajar di sini," paparnya. 

Seorang ibu dengan anak SD disarankan agar lebih sabar dalam merawat sang buah hati dan tetap mencintainya sepenuh hati. 

"Ibu juga harus kreatif dalam bermain dengan anak, semua butuh proses belajar baik untuk ibu atau anak," tutupnya.







(TIN)