Tiga Alasan Kenapa Wanita Lebih Mudah Insomnia Dibandingkan Pria

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 26 Jul 2018 18:35 WIB
kesehatan
Tiga Alasan Kenapa Wanita Lebih Mudah Insomnia Dibandingkan Pria
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi yang dipublikasi dalam Sleep Medicine Research mengungkapkan bahwa wanita lebih mudah mengalami susah tidur pada malam hari atau insomnia dibandingkan pria. 

Masalah tidur akibat perbedaan jenis kelamin sudah ada sejak usia dini, dan wanita terbukti memiliki kualitas tidur yang lebih buruk sehingga berisiko lebih tinggi untuk mengalami insomnia daripada pria.  

Studi tersebut menyebutkan bahwa tidur dipengaruhi oleh variasi dalam hormon reproduksi, stres, depresi, penuaan, transisi kehidupan/peran, dan faktor lainnya.

"Sementara kebutuhan tidur sedikit berbeda dari orang ke orang, kebanyakan orang dewasa yang sehat membutuhkan antara 7-9 jam tidur per malam, untuk berfungsi sebaik-baiknya," jelas Dr Sandeep Patil, Kepala Intensivist dan Dokter dari  Fortis Hospital, Kalyan. 

Berikut adalah perubahan hormon yang menyebabkan sulit tidur pada wanita, seperti dilansir Thehealthsite.

1. Siklus menstruasi

Siklus menstruasi berhubungan dengan perubahan ritme sirkadian dan struktur tidur. Menstruasi, yang diawali dengan sindrom pramenstruasi, dapat menyebabkan gangguan tidur karena arena perubahan hormonal.

“Menstruasi, bahkan tanpa keluhan yang berhubungan dengan menstruasi, sering menyebabkan kualitas tidur yang buruk dan gangguan tidur yang lebih besar selama minggu pramenstruasi dibandingkan dengan waktu lain dari siklus menstruasinya," demikian menurut penelitian tersebut.

Selain gangguan tidur ini, wanita dengan sindrom pramenstruasi yang parah sering melaporkan mimpi yang lebih mengganggu, kantuk, kelelahan, penurunan kewaspadaan dan konsentrasi selama fase pramenstruasi.

2. Kehamilan

Kehamilan adalah periode yang rumit dalam kehidupan wanita. Insomnia mempengaruhi wanita terutama pada trimester ketiga, karena wanita dalam tahap ini bangun mengeluh ketidaknyamanan dan kram pada kaki. 

"Gangguan tidur juga sering dilaporkan selama kehamilan dan peningkatan frekuensi dan durasi saat kehamilan berlangsung," kata studi tersebut.

3. Perimenopause dan menopause

Wanita yang sedang dalam fase perimenopausal sering mengeluh insomnia. Bahkan, itu adalah keluhan paling umum pada wanita selama menopause dan perimenopause.

Selama fase tersebut, wanita mengalami hot flash dan berkeringat di malam hari, yang dapat mengganggu pola tidur mereka.




(DEV)