Benarkah Wanita Banyak Anak Pengaruhi Usia?

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 27 Jul 2018 18:25 WIB
kesehatan
Benarkah Wanita Banyak Anak Pengaruhi Usia?
Menurut penelitian memiliki lebih banyak anak dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu dan memperpendek usia. (Foto: John-Mark Smith/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi mengklaim bahwa wanita dengan banyak anak, terutama lebih dari empat, cenderung terlihat lebih tua dari usianya.

Menurut penelitian tersebut, memiliki lebih banyak anak dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu dan memperpendek usia. 

Penuaan seluler dipercepat sebanyak enam bulan hingga dua tahun untuk setiap kehamilan tambahan. 

"Studi kami menunjukkan bahwa perubahan seluler selama kehamilan kemungkinan berhubungan dengan perubahan adaptif pada sistem kekebalan ibu," pungkas Christopher Kuzawa dari Northwestern University, Amerika Serikat. 

(Baca juga: 4 Rahasia Anti Penuaan pada Seluruh Sel di Tubuh Anda)

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Scientific Reports tersebut mengumpulkan data dari 3.200 wanita berusia 20-22 tahun untuk melihat dua penanda terpisah dari penuaan seluler, yaitu panjang telomer.

Telomer adalah tutup pelindung pada ujung pelindung di ujung untaian DNA dan usia epigenetik.

"Panjang telomer dan usia epigenetik adalah penanda seluler yang secara independen memprediksi kematian, dan keduanya muncul lebih tua pada wanita yang memiliki lebih banyak kehamilan dalam sejarah reproduksi mereka," tambah peneliti lain Calen Ryan.

Bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor lain yang memengaruhi penuaan sel, jumlah kehamilan terlalu banyak masih berada di peringkat paling atas. 

Paradoksnya, tambah Kuzawa, meskipun usia biologis seorang wanita bertambah seiring dengan bertambahnya anak, tetapi telomer terlihat lebih panjang ketika hamil. 

"Situasi ini menarik, di mana kehamilan membuat "seseorang tampak lebih muda" secara temporer, tetapi kumulatif hubungan antara jumlah kehamilan berkaitan dengan akselerasi usia biologis seseorang dan juga faktor lainnya."





(TIN)