Vitamin D Kemungkinan Tidak Melindungi Komplikasi Kehamilan?

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 28 Jun 2018 07:00 WIB
kehamilan
Vitamin D Kemungkinan Tidak Melindungi Komplikasi Kehamilan?
Sebuah studi seperti dilansir dari Livescience menunjukkan vitamin D mungkin tidak melindungi kandungan dari dua kondisi yang membahayakan ketika seorang ibu sedang hamil. (Foto: Bich Ngoc Le/Unsplash.com)

Jakarta: Kebutuhan kadar vitamin D bagi ibu hamil menjadi perdebatan sebab belum ada patokan resmi seberapa banyak kebutuhan vitamin yang bisa didapat dari sinar matahari tersebut.

Sebuah studi seperti dilansir dari Livescience menunjukkan vitamin D mungkin tidak melindungi kandungan dari dua kondisi yang membahayakan ketika seorang ibu sedang hamil, yaitu preeklampsia dan hipertensi gestasional. 

Temuan ini mendukung pedoman terbaru dari World Health Organization (WHO). Organisasi kesehatan dunia tersebut menyebutkan tidak ada cukup bukti bahwa suplemen vitamin D mencegah komplikasi kehamilan.

Sebelumnya The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan bahwa ibu hamil mendapatkan 600 international units (IU) vitamin D per hari.


(Sebuah studi seperti dilansir dari Livescience menunjukkan vitamin D mungkin tidak melindungi kandungan dari dua kondisi yang membahayakan ketika seorang ibu sedang hamil, yaitu preeklampsia dan hipertensi gestasional. Foto: Jonathan Smith/Unsplash.com)

(Baca juga: Kenaikan Berat Badan Selama Hamil Tingkatkan Risiko Preeklamsia?)

Beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa kekurangan kadar vitamin D meningkatkan risiko preeklampsia. Namun, penelitian tersebut dianggap mempertimbangkan faktor lain yang dianggap berpengaruh juga. 

Di sisi lain dalam studi terbaru ini peneliti menggunakan pendekatan berbeda. Mereka melihat penanda genetik yang disebut berkaitan dengan tingkat vitamin D dan memeriksa apakah penanda genetik tersebut juga terkait dengan preeklamsia dan hipertensi gestasional. 

Para peneliti menganalisis informasi dari lebih dari 7.000 wanita dalam dua penelitian besar di Eropa. Sekitar 750 wanita ini mengalami hipertensi gestasional, dan 135 mengalami preeklamsia.

Para peneliti tidak menemukan bukti kuat hubungan langsung atau kausal antara tingkat vitamin D dengan perkembangan preeklampsia atau hipertensi gestasional. Meskipun begitu, para peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian lebih mendalam untuk mendeteksi hubungan tersebut.





(TIN)