pekan asi sedunia 2018

Memberikan ASI untuk Fondasi Kehidupan

Yatin Suleha    •    Senin, 06 Aug 2018 14:38 WIB
pekan asi sedunia 2018
Memberikan ASI untuk Fondasi Kehidupan
Pekan ASI Sedunia 2018 ini, WABA yang merupakan organisasi global network ini mencanangkan tema besar "Breastfeeding: Foundation of Life". (Foto: Kyle Nieber/Unsplash.com)

Jakarta: Setiap tahun berbagai negara mengobservasi Pekan ASI Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 1-7 Agustus. Menurut WHO ini merupakan tindakan penting karena memberikan ASI pada bayi setidaknya hingga berusia 6 bulan secara eksklusif (tanpa tambahan makanan apa pun dan minuman apa pun termasuk air putih) merupakan cara yang paling efektif untuk memberikan bayi awal mula kehidupan yang sehat.

"Hal (observasi) ini penting dikarenakan ada banyak jutaan wanita masih belum bisa menyusui bayi, untuk memulai menyusui ASI dan melakukan pemberian ASI (terus-menerus) secara sukses," tulis WHO dalam laman resminya.

WHO menekankan dalam lamannya melalui Pekan ASI Sedunia 2018 bahwa pemberian ASI membantu tumbuh kembang optimal bayi dan menjadi hal yang paling penting bagi perkembangan anak di masa yang akan datang.

(Baca juga: Perbedaan Kandungan ASI Ibu dengan Bayi Prematur dan Normal)


(WHO menekankan dalam lamannya melalui Pekan ASI Sedunia 2018 bahwa pemberian ASI membantu tumbuh kembang optimal bayi. Foto: wes Hicks/Unsplash.com)

Pekan ASI Sedunia
Sejarah Pekan ASI Sedunia pertama kali dirayakan tahun 1992 oleh The World Alliance for Breastfeeding Action/WABA. Sebuah aliansi dunia yang mendukung pemberian ASI serta didukung dan dirayakan oleh 120 negara sekaligus diobservasi oleh UNICEF dan WHO (baik dalam tataran individual, organisasi, maupun pemerintahan). 

Dan tahun 2018 ini WABA yang merupakan organisasi global network ini mencanangkan tema besar "Breastfeeding: Foundation of Life" yaitu sebuah pengakuan dari pentingnya pemberian ASI bagi masa depan anak.

Dalam laman resmi WHO juga mengatakan hal yang sama. "Memberikan ASI juga merupakan vaksin pertama newborn (bayi baru lahir), yang menyediakan antibodi vital dan dorongan imunitas," tulis WHO dalam lamannya berkenaan dengan Pekan ASI Sedunia 2018.

Nia Umar, S.Sos, MKM, IBCLC, selaku ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengatakan bahwa garis besar tema dari Pekan ASI 2018 ini adalah, "Menyusui itu merupakan fondasi atau landasan yang sangat penting untuk keberhasilan, kesehatan ibu dan anak di kemudian hari," ungkapnya dalam Pekan ASI Sedunia di Metro TV.

Dan menurut Nia Umar Pekan ASI Sedunia adalah merupakan cara untuk menyampaikan pada masyarakat bahwa menyusui itu perlu dilindungi dan perlu didukung. Dalam Pekan ASI Sedunia 2018 ini AIMI juga menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 di Makassar yang dibuka dengan acara Peningkatan Kapasitas Pengurus berupa paparan dari para pakar laktasi, seperti dalam rilis di laman resmi AIMI-ASI.





(TIN)