Cegah Kanker Kolorektal, Batasi Konsumsi Makanan Cepat Saji

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 03 Apr 2018 15:54 WIB
kamus kesehatan
Cegah Kanker Kolorektal, Batasi Konsumsi Makanan Cepat Saji
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Jumlah penderita kanker kolorektal atau kanker usus besar terus mengalami peningkatan setiap tahun. Bahkan, kaker ini masuk dalam lima besar paling banyak diderita oleh warga Indonesia, baik pria maupun wanita.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan bahwa kanker kolorektal merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada pria dan ketiga pada wanita.

Data Globocan 2012 menemukan bahwa insiden penyakit ini adalah 12,8 per 100 ribu penduduk Indonesia usia dewasa dengan tingkat kematian 9,5 persen dari seluruh kanker.

Menurut Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Dr Aru W Sudoyo aspPD-KHOM, FACP, FINASIM, usia penderita kanker kolorektal usia muda makin meningkat.

"Kalau di luar negeri, penderita kanker kolorektal berusia di bawah 40 tahun sekitar 6-8 persen. Kalau di Indonesia mencapai 30 persen," ujarnya dalam temu media di kantor YKI, Selasa, 3 April 2018.

Ia melanjutkan, usia yang semakin muda tersebut disebabkan oleh gaya hidup yang semakin baik, yaitu konsumsi daging merah yang semakin sering.

"Ini adalah salah satu dampak dari majunya perekonomian kita, penyakit yang biasa ada di negara maju mulai masuk," tambahnya.

Setali tiga uang, dr Nadia Ayu Mulansari, SpPD-KHOM juga membenarkan bahwa gaya hidup makanan cepat saji turut berperan dalam kemunculan kanker satu ini.

"Kita dari kecil sudah terpapar kebiasaan ini, seperti mengonsumsi makanan yang dimasak dengan suhu tinggi," ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Pola makan yang tak sehat sendiri dapat meningkatkan risiko terkena kanker sebesar 30-35 persen.




(DEV)