Masalah Seksual yang Kerap Dialami Orang dengan OCD

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 20 Jul 2018 13:38 WIB
psikologiObsessive Compulsive Disorder (OCD)
Masalah Seksual yang Kerap Dialami Orang dengan OCD
Orang yang menderita OCD mengalami tingkat jijik yang tinggi, bahkan ketika berpikir tentang aktivitas seksual. (Foto: Joshua Rawson-Harris/Unsplash.com)

Jakarta: Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) adalah jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan pikiran dan tindakan obsesif dan kompulsif. Gangguan tersebut dapat memberi dampak buruk pada hal-hal lainnya. 

"Orang dengan OCD memiliki semacam alarm yang berdering berkali-kali. Mereka menyadari bahwa itu mungkin alarm palsu, namun tidak dapat mengabaikannya, karena alarm berkaitan dengan pikiran negatif dan kecemasan yang berlebihan," terang Bhakti Thakkar Bauva selaku konsultan psikolog klinis di Rumah Sakit Hiranandani, India.

Faktanya, orang dengan OCD cenderung mengalami masalah dalam hubungan romansa, terutama yang berkaitan dengan obsesi seks. Berikut adalah obsesi seksual yang umum dialami pasien OCD. 

1. Takut terkontaminasi
Orang dengan OCD memiliki ketakutan irasional oleh suatu penyakit. Dalam kebanyakan kasus, mereka percaya bahwa mereka akan mengidap penyakit menular seksual (PMS) seperti Herpes, HIV, dan lain-lain. 

Mereka percaya bahwa sekresi tubuh akan membuat mereka rentan terhadap STD. Obsesi ini akan menuntun mereka untuk menjalani tes kompulsif untuk memastikan mereka baik-baik saja.

(Baca juga: Turunnya Gairah Seks karena Hubungan OCD)


("Orang dengan OCD memiliki semacam alarm yang berdering berkali-kali. Mereka menyadari bahwa itu mungkin alarm palsu, namun tidak dapat mengabaikannya, karena alarm berkaitan dengan pikiran negatif dan kecemasan yang berlebihan," terang Bhakti Thakkar Bauva selaku konsultan psikolog klinis di Rumah Sakit Hiranandani, India. Foto: Niklas Hammann/Unsplash.com)

2. Jijik
Orang yang menderita OCD mengalami tingkat jijik yang tinggi, bahkan ketika berpikir tentang aktivitas seksual. Terlepas dari ketakutan kontaminasi, mereka merasa sangat tidak higienis untuk memiliki kontak dengan cairan tubuh. 

Bahkan jika mereka melakukan hubungan seksual, mereka akan menikmati ritual mencuci secara kompulsif, mencuci semua seprai, pakaian, handuk, atau apa pun yang mereka yakini telah bersentuhan dengan cairan. Oleh karena itu, mereka percaya lebih baik menghindari berhubungan seks sama sekali.

3. Orientasi seksual
Salah satu ketakutan paling umum bahwa seseorang dengan OCD adalah menjadi homoseksual, biseksual, atau orientasi seksual lain selain heteroseksial. Beberapa studi mengatakan bahwa sekitar 10 persen pasien OCD menderita ketakutan orientasi seksual. Mereka sangat waspada saat menghadapi ketakutan ini.

4. Penyimpangan seksual
Sebagian besar orang dengan OCD menghindari berhubungan seks karena mereka percaya bahwa mereka akan menikmati penyimpangan seksual seperti perkosaan. Misalnya, jika seorang wanita sedang tidur dengan putranya.

Dia akan secara obsesif takut bahwa dia akan segera berubah menjadi penganiaya anak karena mereka berbagi tempat tidur yang sama. Ketakutan irasional tersebut menyebabkan keengganan.





(TIN)