Salahkah Memiliki Fantasi Seksual?

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 03 Oct 2017 13:08 WIB
seks
Salahkah Memiliki Fantasi Seksual?
Ada banyak faktor yang membuat seseorang berfantasi seks. Salah satunya, setelah melihat keseksian lawan jenis, atau bisa jadi karena sebuah film. (Foto: Greg Rakozy/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada banyak faktor yang membuat seseorang berfantasi seks. Salah satunya, setelah melihat keseksian lawan jenis, atau bisa jadi karena sebuah film.

Apakah hal tersebut normal?

Para peneliti di University of Montreal di Quebec melihat fenomena ini, kemudian membagi fantasi seks yang pernah dipikirkan oleh kebanyakan orang. Dalam hal ini, para peneliti mewawancarai 799 pria dan 718 wanita.

Para peneliti meminta seluruh responden untuk memberi penilaian terhadap 55 macam fantasi yang telah dikelompokkan. 



Pertanyaan yang diajukan diantaranya, "saya pernah berkhayal berhubungan seks dengan selain manusia," dan "saya berkhayal bercinta dengan orang yang tidak dikenal."

Para responden juga diminta secara rinci menuliskan fantasi yang pernah dipikirkan.

(Baca juga: Seks Berdasarkan Zodiak Anda (Bagian 2))

Setelah melihat hasil jawaban, peneliti kemudian mengelompokkan hasil fantasi seks responden ke dalam tiga kategori, yaitu fantasi seks langka seperti seks dengan hewan 2,3 persen, fantasi seks tidak biasa (bercinta secara kasar dan bercinta dengan orang asing) sebanyak 15,9 persen, fantasi seks umum seperti seks oral, bercinta di lokasi romantis sekitar 50 hingga 84,1 persen.

Dalam studi lainnya yaitu dalam the Journal of Sexual Medicine, yang dilakukan di Montreal, Kanada para peneliti juga memaparkan bahwa penelitian tidak menjelasakn tentang arti dari masing-masing fantasi seks, melainkan melihat tentang esensi dari fantasi itu sendiri.



"Secara keseluruhan, evolusi teori biologi tidak dapat menjelaskan fantasi yang dialami laki-laki (maupun perempuan)," ucap profesor Christian Joyal. 

Profesor Joyal juga mengatakan bahwa hal ini bisa juga terjadi akibat fenomena sosial seperti buku yang sedang laris dan filmnya, 'Fifty Shades of Grey' misalnya. Lalu fantasi seks ada dan berkembang lagi. "Beberapa fantasi yang telah didapatkan bukanlah hal yang eksklusif-malah bisa dibilang merupakan sebuah asosiasi yang berhubungan dengan 'tingkat kepuasan' saja," ungkap Prof. Joyal.

"Apapun hasil penelitiannya, fantasi seksual merupakan sesuatu hal yang normal, dan merupakan suatu tanda bahwa manusia merupakan makhluk seksual," ucap para peneliti.











(TIN)