Penelitian: Konsumsi Asam Folat dan Multivitamin Selama Hamil Turunkan Potensi Autisme

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 05 Jan 2018 11:32 WIB
kesehatankehamilan
Penelitian: Konsumsi Asam Folat dan Multivitamin Selama Hamil Turunkan Potensi Autisme
Studi menyebutkan bahwa sangat disarankan bagi wanita agar rutin mengonsumsi asam folat selama kehamilan untuk mencegah cacat lahir pada sumsum tulang belakang dan otak. (Foto: Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan, ibu hamil yang mengonsumsi asam folat dan multivitamin dapat turunkan potensi anak menderita kelainan mental, yaitu autisme. 

"Mengurangi risiko (autisme) pada keturunan adalah pertimbangan untuk kebijakan kesehatan masyarakat yang dapat diwujudkan dengan penggunaan suplemen asam folat dan multivitamin yang berlebihan selama kehamilan," kata para peneliti dalam laporan sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 45.000 anak-anak Israel.

Dalam penelitianya seperti yang dilansir dalam Webmd.com, tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh Stephen Levine dari Universitas Haifa di Israel, mengumpulkan data tentang puluhan ribu anak yang lahir di Israel antara tahun 2003 dan 2007. 

Para ilmuwan kemudian mengikuti kemajuan seluruh peserta sampai tahun 2015. Tim juga mengumpulkan data terkait suplemen asam folat atau multivitamin yang dikonsumsi sebelum atau selama kehamilan. 


(Sebuah penelitian menyebutkan, ibu hamil yang mengonsumsi asam folat dan multivitamin dapat turunkan potensi anak menderita kelainan mental, yaitu autisme. Foto: Pixabay.com)

Hasilnya, potensi anak menderita autisme pada wanita yang rutin mengonsumsi suplemen sebelum hamil berkurang hingga 61 persen dibandingkan dengan ibu yang tidak mengonsumsi suplemen. Selain itu, rutin mengonsumsi suplemen selama kehamilan juga menurunkan potensi diagnosis autisme hingga 73 persen.

Hasil penelitian ini disambut baik oleh Tom Frazier, petugas sains utama untuk Autism Speaks, sebuah kelompok yang mempromosikan advokasi dan dukungan untuk individu dengan autisme dan keluarga mereka. Dia menyebutkan, sangat disarankan bagi wanita agar rutin mengonsumsi asam folat selama kehamilan untuk mencegah cacat lahir pada sumsum tulang belakang dan otak.

"Studi ini menunjukkan bahwa ini bukan rekomendasi sepele. Ini adalah sesuatu yang benar-benar harus diperhatikan orang. Penurunan risiko tidak besar, tapi juga tidak kecil," kata Frazier. 

(Baca juga: Pentingnya Konsumsi Asam Folat Saat Merencanakan Kehamilan)

Frazier menjelaskan, asam folat memainkan peran penting dalam perkembangan saraf janin. Sementara itu, kekurangan vitamin mungkin bisa menjadi tahap awal terjadinya autisme.


(Studi menyebutkan bahwa sangat disarankan bagi wanita agar rutin mengonsumsi asam folat selama kehamilan untuk mencegah cacat lahir pada sumsum tulang belakang dan otak. Foto: Pixabay.com)

Namun, penelitian tersebut tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat langsung antara suplemen dan autisme karena disainnya. Hal itu disampaikan oleh Dr Ruth Milanaik, Direktur Program Tindaklanjut perkembangan neurologis neonatal di Cohen Children's Medical Center, di New Hyde Park, N.Y.

Milanaik mengatakan, penelitian tersebut tidak bisa secara jelas menentukan wanita mana yang benar-benar mengonsumsi suplemen. Selain itu, penelitian tersebut juga tidak menyajikan berapa kadar asam folat dan multivitamin yang harus dikonsumsi agar bayi terhindar dari autisme.

"Saya tidak punya masalah dengan mengatakan bahwa asam folat bagus untuk wanita hamil. Anda seharusnya tidak hanya mengonsumsi asam folat selama kehamilan, Anda juga harus mengonsumsi asam folat sebelum hamil. Tapi penelitian ini tidak menunjukkan bahwa (tidak mengonsumsi suplemen) adalah penyebab autisme dengan cara apapun," kata Milanik. Penelitian ini dipublikasikan secara online pada 3 Januari di jurnal JAMA Psychiatry.









(TIN)