5 Kebiasaan Buruk yang Tanpa Disadari Sering Dilakukan di Kantor

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 09 Nov 2017 16:22 WIB
5 Kebiasaan Buruk yang Tanpa Disadari Sering Dilakukan di Kantor
Kebiasaan buruk tanpa disadari sering dilakukan di kantor(Foto: Daily Express)

Jakarta: Kebiasaan buruk bisa terjadi di mana saja, tak terkecuali di kantor. Jika berlangsung dalam waktu lama, bisa menyebabkan timbulnya penyakit. Apa saja contoh kebiasaan buruk yang tanpa disadari sering dilakukan di kantor?

1. Makan di meja

Tak sedikit orang yang makan di depan komputer untuk menghemat waktu istirahat. Padahal, remahan makanan yang terselip diantara barang-barang di meja kerja dapat mendatangkan serangga seperti kecoa, semut, hingga bakteri yang nantinya akan menempel pada makanan lain yang Anda bawa ke meja kantor.

2. Tidak mencuci gelas dan piring

Meninggalkan meja kantor dengan gelas atau piring kotor setelah minum juga dapat membuat serangga berdatangan ke meja. Oleh karena itu, pastikan Anda mencuci gelas dan piring dengan air dan sabun sebelum menyimpannya kembali.

3. Menyimpan makanan dalam laci meja

Sebungkus keripik kentang atau biskuit biasanya tersedia dalam laci meja sebagai penolong ketika perut keroncongan saat bekerja. Namun tahukan Anda ada kemungkinan makanan kemasan Anda digerogoti binatang saat Anda tak ada?

4. Tidak mengelap dudukan toilet

Pastikan Anda selalu mengelap dudukan toilet yang basah dengan tisu atau pembersih toilet sebelum menggunakannnya. Dudukan toilet bisa menjadi sarang patogen seperti bakteri E. Coli yang menyebabkan diare atau masalah perut. Lakukan hal serupa setelah Anda menggunakannya untuk higienitas yang lebih baik.

5. Bekerja ketika sakit

Tak sedikit orang yang memaksa tetap bekerja meakipun keadaan tubub sedang tak baik. Padahal, hal tersebut tak disarankan karena Anda justru menyebar kuman atau virus ke orang lain dimana hal itu akan merepotkan rekan kerja Anda juga.

Selain itu, hindari memakai benda yang sama, seperti piring atau gelas, dengan rekan kerja yang sakit. Hal tersebut dapat mempermudah penyebaran virus atau kuman penyakit.



(DEV)