Ini Manfaat Membatasi Waktu Anak Menatap Layar TV dan Gadget

Torie Natalova    •    Jumat, 01 Dec 2017 11:04 WIB
gadgetkeluarga
Ini Manfaat Membatasi Waktu Anak Menatap Layar TV dan Gadget
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Paediatrica mengklaim bahwa ada hubungan kuat antara obesitas dan pemaparan yang terlalu lama dan selama bertahun-tahun terhadap televisi, komputer atau gadget. (Foto: Pixabay)

Jakarta: Terkadang, sebagai orangtua Anda memilih untuk memberikan si kecil tontonan hanya agar bisa beristirahat sejenak atau memberi mereka waktu untuk tenang sementara. Namun, para orangtua sepertinya harus membiasakan untuk membatasi jumlah waktu si kecil menatap layar televisi atau gadget.

Penelitian baru menunjukkan bahwa anak-anak harus dibatasi pada waktu 90 menit untuk menonton gadget atau televisi.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Paediatrica mengklaim bahwa ada hubungan kuat antara obesitas dan pemaparan yang terlalu lama dan selama bertahun-tahun terhadap televisi, komputer atau gadget.

Balita, rata-rata menonton televisi satu jam setiap hari. Para ahli mengatakan, obesitas pada masa anak-anak telah meningkat dan cukup mengkhawatirkan. Karenanya, para orangtua harus memahami dampak kesehatan dari sosial media dan penggunaan layar gadget atau televisi pada anak-anak mereka.


(Studi yang diterbitkan dalam jurnal Paediatrica mengklaim bahwa ada hubungan kuat antara obesitas dan pemaparan yang terlalu lama dan selama bertahun-tahun terhadap televisi, komputer atau gadget. Foto: Pixabay)

(Baca juga: Penelitian: Buku Lebih Mencerdaskan Anak Ketimbang Gadget)

Apa saja yang direkomendasikan para ahli selain membatasi anak-anak menatap layar hingga 90 menit?

1. Hindari meletakkan televisi di kamar tidur anak

2. Matikan televisi saat jeda iklan

3. Menahan diri dari penggunaan gadget atau televisi sebagai cara untuk menenangkan mereka

4. Orangtua harus juga mengurangi menonton televisi dan menggunakan media sosial

Studi juga menyoroti bagaimana menonton televisi di malam hari dan melihat sosial media memengaruhi kualitas tidur anak muda.









(TIN)