Mana yang Lebih Sehat, Daging Merah atau Putih?

Raka Lestari    •    Selasa, 26 Dec 2017 11:10 WIB
tips kesehatan
Mana yang Lebih Sehat, Daging Merah atau Putih?
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Daging putih sering dianggap lebih baik dibandingkan daging merah. Namun, benarkah hal tersebut?

Perbedaan antara daging putih dan daging merah tidak terbatas kadar lemak dan kalorinya saja. Hal ini sebenarnya tergantung dari jenis otot yang terkandung dalam daging. Semakin banyak mioglobin (protein pengikat oksigen dan pengangkut yang ditemukan di jaringan otot), semakin gelap warna dagingnya.

Ayam dan kalkun berlari dan berjalan, sehingga otot kaki dan paha mereka bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak oksigen. Itu berarti, bagian tersebut memiliki lebih banyak mioglobin, kata Meme Inge, R.D.N.

Sementara itu, daging putih bisa ditemukan di dada, tenderloin, dan sayap.
 
Daging merah memang memiliki kalori lebih banyak, serta dua kali lipat lebih banyak lemak jenuh dibanding daging putih, menurut Marisa Moore, R.D.N.

"Tetapi mayoritas lemak dalam daging putih dan merah tidak jenuh, dengan lemak tak jenuh tunggal yang tertinggi," kata Moore. Jadi meskipun daging merah memiliki banyak kandungan lemak jenuh dibandingkan daging putih, keduanya tetap dapat membuat lemak tak jenuh tunggal yang sehat.

Seperti daging putih, daging gelap juga merupakan salah satu sumber utama vitamin dan mineral. Menurut Inge, daging merah adalah sumber vitamin B6, zinc, niasin, selenium, dan fosfor yang sangat baik selain zat besi, riboflavin, dan asam pantotenat, yang dibutuhkan tubuh Anda untuk mensintesis dan memetabolisme protein, karbohidrat, dan lemak.

Daging merah umumnya memiliki rasa lebih kaya dan lebih juicy sedangkan daging putih cenderung lebih kering saat dimasak.

"Daging merah lebih lezat dan penuh rasa, yang membuatnya enak tanpa harus ditambahkan bumbu apapun," kata Moore. "Ditambah lagi, ekstra lemak tersebut dapat lebih memuaskan, yang membuat Anda kenyang lebih lama."





(DEV)