Studi: Paparan Polusi dalam Perjalanan ke Sekolah Pengaruhi Kemampuan Memori Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 10 Oct 2017 12:23 WIB
studi kesehatan
Studi: Paparan Polusi dalam Perjalanan ke Sekolah Pengaruhi Kemampuan Memori Anak
Sebuah penelitian menemukan bahwa paparan polusi udara memberikan efek buruk pada mermori anak-anak. (Foto: Chris Benson/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa paparan polusi udara memberikan efek buruk pada mermori anak-anak. Umumnya, paparan tersebut didapat dalam perjalan menuju sekolah. 

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Pollution tersebut menemukan adanya hubungan antara kerja ingatan dan paparan partikel halus (PM2.5), yaitu partikel terhirup halus yang memiliki diameter 2,5 mikrometer atau kurang, dan karbon hitam polutan secara langsung.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa 20 persen dari karbon hitam yang dihirup tiap hari berasal dari perjalanan yang ditempuh. 



"Studi tersebut menunjukkan bahwa paparan jangka pendek itu memiliki konsentrasi sangat tinggi sehingga memiliki dampak yang tidak proporsional terhadap kesehatan," kata penulis pertama studi Mar Alvarez-Pedrerol, peneliti di Institut Barcelona untuk Kesehatan Global (ISGlobal) di Spanyol.

Ia menambahkan, efek merugikan tersebut kemungkinan akan terlihat pada anak-anak karena  kapasitas paru-paru mereka yang lebih kecil dan tingkat pernapasan yang lebih tinggi.

(Baca juga: Bagaimana Polusi Udara Merusak Mata)

Studi tersebut dilakukan di Barcelona dan melibatkan 1.200 anak berusia 7-10 tahun dari 39 sekolah dimana mereka menuju sekolah dengan cara berjalan kaki. Kapasitas memori dan fokus pada peserta diukur beberapa kali dalam studi satu tahun tersebut. 

Hasilnya, analisis statistik menunjukkan bahwa paparan PM2.5 dan karbon hitam berkaitan dengan penurunan pertumbuhan memori kerja. Peningkatan rentang interkuartil (IQR) pada PM 2.5 dan tingkat karbon hitam tersebut menyebabkan penurunan masing-masing 4,6 persen dan 3,9 persen pada pertumbuhan memori kerja tahunan.



Rentang interkuartil (IQR) adalah ukuran variabilitas berdasarkan pada membagi kumpulan data menjadi kuartil.

"Fakta dimana anak yang berjalan kaki ke sekolah cenderung lebih terpapar polusi tidak berarti anak yang menggunakan kendaraan, baik umum atau pribadi, tidak terpapar polusi tingkat tinggi," tukas Jordi Sunyer, kepala Program Kesehatan Anak ISGlobal.

Menurutnya, solusi yang ditawarkan adalah sama, yaitu mengurangi penggunaan kendaraan mesin agar paparan polusi semakin sedikit dan memilih rute perjalanan yang minim pencemaran polusi sekaligus aman. 











(TIN)