Status Makanan ini Membingungkan

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 10 Nov 2016 12:27 WIB
kuliner
Status Makanan ini Membingungkan
Takaran satu sendok makan selai cokelat yang tebal adalah takaran yang disarankan di beberapa negara seperti Australia, Brazil, Italia. (Foto: Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jika Anda sering mengolesi roti dengan selai berbagai rasa memang bisa menambah rasa dan menggugah selera makan. Ada juga cara lain, yaitu menambahkan olesan cokelat krim yang tebal, yang ini sudah tentu bisa lebih jadi favorit Anda apalagi si kecil.

Salah satu brand terkenal asal perusahaan Italia, Nutella sedang membingunkan FDA (Food and Drug Administration), Amerika, karena Ferrero selaku perusahaan pembuat Nutella mengeluarkan petisi meminta FDA untuk mengklasifikasikan produk mereka sebagai menu sarapan di awal bulan ini dan hasilnya akan dikumpulkan hingga awal Januari 2017, yang nantinya akan menentukan apakah lemak dan kalori dalam makanan tersebut akan dikurangi setengahnya.

Saat ini, Nutella berada dalam kategori isi dessert, setelah sebelumnya dikategorikan sebagai hiasan dessert sejak dilakukannya survei tahun 1991. Hasil survei menunjukkan bahwa 27 persen pembeli lebih senang bila disajikan dengan es krim sementara 8 persen lebih senang bila dioleskan di atas roti dengan masing-masing takaran dua sendok makan sebagai standar umum.

(Baca juga: Tak Usah Ragu Menyantap Dessert, Ini Manfaatnya)

Ferrero meyakini bahwa seharusnya produk mereka disejajarkan dengan kategori madu, selai, jeli, selai buah, selai gula, atau kategori baru untuk produk cokelat kacang. Selain itu, takarannya pun dikurangi menjadi satu sendok makan.

Perusahaan tersebut melakukan petisi pada tahun 2014 karena berdasarkan survei tahun 2012 menunjukkan bahwa 60 persen dari 722 ibu menggunakan Nutella sebagai selai di roti, 14 persen di sandwich, 8 persen di biskuit, dan 5 persen di buah. Sementara, hanya dua persen yang menikmatinya bersama es krim.

"Sejak diluncurkan pada pasar Amerika di tahun 1980-an, Nutella sukses dengan cepat dan memiliki banyak pelanggan setia hingga kini dan digunakan dalam berbagai jenis makanan seperti roti, bagel, kue dan makanan lain sebagai pengganti dari selai dan jeli," tulis Ferrero dalam petisi. Namun, akhir-akhir ini pasar menunjukkan sebagian besar konsumsi Nutella dilakukan di pagi hari. 

Mengapa klasifikasi tersebut penting?
Hal ini terkait dengan takaran yang biasa digunakan, yaitu dua sendok makan yang mengandung 11 gr lemak, 22 gr karbohidrat, dan 200 kalori, padahal takaran yang tepat adalah satu sendok makan.

Faktanya, takaran satu sendok makan adalah takaran yang disarankan di beberapa negara seperti Australia, Brazil, Italia, Prancis, Jerman, dan Inggris.


 


(TIN)