Konsumsi Kenari Tingkatkan Suasana Hati Pria

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 29 Nov 2016 11:29 WIB
tips kesehatan
Konsumsi Kenari Tingkatkan Suasana Hati Pria
(Foto: Soren Deier)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa segenggam kenari mampu meningkatkan suasana hati pria berusia muda.

Hal tersebut dibuktikan pada penelitian yang melibatkan pria muda sehat yang mengonsumsi kenari selama delapan pekan.

Sebelumnya, kenari juga diketahui memiliki efek positif pada penderita penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

"Penelitian kami cukup berbeda karena berfokus pada kognisi, dan percobaan acak terkontrol (CRT) ini untuk mengukur hasilnya pada suasana hati pria atau wanita," ujar salah satu peneliti Peter Pribis, Profesor di University of New Mexico di Amerika Serikat.

Partisipan studi yang terdiri dari 64 pelajar berusia 18-25 tahun tersebut diminta makan tiga potong roti pisang setiap hari selama 16 pekan, dengan rincian delapan minggu dengan tambahan kenari dan delapan minggu kemudian tanpa kenari.

Kenari tersebut dicampurkan dalam bahan pembuatan roti pisang sehingga penampilan dan rasa kedua jenis roti pisang tersebut tak terlihat. Saat mengkonsumsi roti pisang dengan campuran kenari, para partisipan juga mengonsumsi kenari sebanyak setengah cangkir setiap hari.

Suasana hati para pelajar diukur setiap akhir periode delapan pekan dengan menggunakan kuesinoner sah bernama Profiles of Mood States  (POMS).

Ini adalah salah satu pengukuran tentang suasana hati yang paling umum digunakan dan diterima dalam studi kognisi. Tes ini memiliki enam domain: ketegangan, depresi, kemarahan, kelelahan, semangat, kebingungan dan menyediakan nilai Gangguan Suasana Hati Total (TMD).

"Pada pria muda sehat yang tak mengalami depresi, kenari terlihat memiliki kemampuan untuk meningkatkan suasana hati sekitar 28 persen," ujar Pribis.

Kenari mengandung beberapa jenis nutrisi yang berpengaruh dalam meningkatkan suasana nasi seperti asam alfa-Linolenik, bitamin E, folat, polifenol atau melatonin. Namun, belum diketahui mengapa hal tersebut tidak terjadi pada wanita.


(DEV)