Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Menonton Film Horor

Raka Lestari    •    Rabu, 03 Jan 2018 17:58 WIB
kesehatan
Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Menonton Film Horor
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Menonton film horor dianggap bisa meningkatkan aliran darah. Namun menurut sekelompok peneliti dari Belanda, tidak pasti seberapa akurat rasa takut yang disebabkan oleh film horor terhadap peningkatan aliran darah.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMJ, para peneliti mengumpulkan 24 orang sukarelawan yang sehat dan berusia 30 tahun atau kurang dari 30 tahun.

Pada minggu pertama, 14 orang sukarelawan tersebut menonton film horor, kemudian satu minggu setelahnya menonton film yang berhubungan dengan pendidikan. Sementara 16 orang sukarelawan lainnya menonton dengan pola yang berkebalikan.

Para peneliti menemukan saat menonton film horor, faktor pembekuan darah dari para sukarelawan meningkat cukup tinggi dan bisa meningkatkan risiko penggumpalan darah.

Sebanyak 57 persen sukarelawan merasakan peningkatan aliran darah selama menonton film horor dan hanya 14 persen yang merasakan peningkatan aliran darah saat menonton film yang berhubungan dengan pendidikan.

Ada kemungkinan respons pembekuan berkembang saat kita mengalami rasa takut, menurut Dr Thomas E. Eidson DO, spesialis penyakit pembuluh darah di Arlington, Texas. Pembekuan darah menjadi respons tubuh terhadap cedera, dan bisa memperlambat atau menghentikan perdarahan.

"Secara khusus, pembekuan darah adalah kombinasi trombosit dalam darah yang dikombinasikan dengan protein spesifik dalam darah untuk membentuk padatan untuk mencegah pendarahan lebih lanjut."

"Ketika kita takut, bagian paling primitif otak kita mengambil alih menyebabkan respons flight-or-fight," jelas Dr. Eidson. 

Tubuh kita melepaskan adrenalin, pupil kita membesar, dan pembuluh darah kita akan menyempit secara ekstrem yang menyebabkan pergerakan darah ke organ-organ vital dan otot.

Tubuh juga mempersiapkan diri dengan menaikkan faktor pembekuan darah untuk meningkatkan kemampuan tubuh membentuk gumpalan jika terjadi kehilangan darah atau cedera.

Respons naluriah ini tidak berbeda antara dikejar beruang atau menonton film yang menakutkan, jelas Dr Eidson.



 


(DEV)