Tips agar Bayi Terhindar dari Penyakit Jantung Bawaan

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 22 Nov 2017 19:13 WIB
kesehatan jantung
Tips agar Bayi Terhindar dari Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit Jantung Bawaan (PJB) diderita sekitar 38 ribu bayi di Indonesia. (Foto: Shutterstock)

Jakarta: Penyakit Jantung Bawaan (PJB)  diderita sekitar 38 ribu bayi di Indonesia.
Ada berbagai faktor risiko penyebab gangguan tersebut, salah satunya gaya hidup orang tua.

Menurut dokter jantung anak, Ganesja M. Harimurti SpJP (K), faktor usia sangat berpengaruh.

"Kalau hamil sebaiknya tak terlalu tua seperti 40 tahun. Usia yang dianjurkan adalah 20-30 tahun," ujar dokter dari Siloam Heart Institute itu dalam temu media, Rabu, 22 November 2017.

Saat kehamilan, ibu hamil disarankan menghindari paparan negatif seperti asap rokok dan alkohol. "Bumil harus berani bilang ke orang merokok di sekitarnya agar berhenti (merokok) supaya tak terkena asap," saran Ganesja.

Kemudian, bagi bumil yang memiliki penyakit bawaan sebaiknya berkonsultasi tentang obat-obatan yang dikonsumsi.

"Ini karena jenis obat tertentu dapat menyebabkan masalah, umumnya antibiotik."

Salah satu faktor PJB adalah genetik. Oleh karena itu, Ganesja menyarankan agar melihat bagaimana riwayat kedua pasangan untuk mengantisipasi turunnya penyakit tersebut pada si kecil.

Beberapa penyakit seperti campak jerman, rubella, diabetes mellitus, dan toxoplasmosis bisa memicu munculnya PJB pada bayi lahir.

Indikasi PJB pada anak yang telah lahir tampak dari tumbuh kembang yang terganggu, batuk panas, cepat lelah, sianosis (kebiruan pada kulit), dan bising jantung.




(DEV)