Penelitian: Makan Sesukanya Tanpa Takut Obesitas

Dhaifurrakhman Abas    •    Jumat, 28 Dec 2018 12:40 WIB
kesehatanobesitas
Penelitian: Makan Sesukanya Tanpa Takut Obesitas
Sekelompok ilmuwan dari Flinders University baru-baru ini mencoba meneliti proses obesitas di dalam tubuh tikus percobaan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Lucas Vasques/Unsplash.com)

Jakarta: Siapa yang tak mau makan sesukanya tanpa takut memiliki kelebihan berat badan. Terdengar tidak masuk akal bukan?

Kendati demikian, ternyata hal ini bukan hanya sekadar mitos, loh. Kabarnya malah akan diwujudkan sebagai metode penyembuhan bagi para penderita obesitas.

Pasalnya sekelompok ilmuwan dari Flinders University baru-baru ini mencoba meneliti proses obesitas di dalam tubuh tikus percobaan. Mereka menemukan bahwa obesitas ternyata dipengaruhi oleh metabolisme yang dipengaruhi gen RCAN 1.

"Ada dua jenis lemak dalam tubuh manusia. Lemak coklat membakar energi, sedangkan lemak putih yang buruk menyimpan energi dan membuat tubuh menjadi obesitas," kata Prof Damien Keating yang merupakan pemimpin penelitian, seperti dikutip Science Daily.


(Sekelompok ilmuwan dari Flinders University baru-baru ini mencoba meneliti proses obesitas di dalam tubuh tikus percobaan. Mereka menemukan bahwa obesitas ternyata dipengaruhi oleh metabolisme yang dipengaruhi gen RCAN 1. Foto: Ilustrasi. Drew Hayes/Unsplash.com)

(Baca juga: Tiga Penyakit yang Menyebabkan Berat Badan Bertambah)

Dalam penelitian itu, mereka mencoba menyingkirkan gen RCAN 1 sembari memberikan makanan berlemak terhadap hewan pengerat itu. Hasilnya, tanpa gen RCAN1 tikus-tikus tidak bisa gemuk meski diberikan makanan berlemak.

"Memblok RCAN 1 membuat lemak putih berubah menjadi lemak coklat yang berfungsi membakar kalori," ujarnya.

Penemuan ini dianggap penting lantaran dunia tengah menghadapai pandemi obesitas. Karenanya, diharapkan pendekatan yang sama juga bisa diterapkan pada manusia. Utamanya bagi orang memiliki risiko kelebihan berat badan dan obesitas.

"Kita tahu banyak orang berjuang untuk menurunkan berat badan atau bahkan mengontrol berat badan," tandasnya.




(TIN)