Penderita Diabetes Sebelum 40 Tahun Berpotensi Mengalami Gangguan Mental

Anggi Tondi Martaon    •    Minggu, 20 Jan 2019 14:28 WIB
kesehatandiabetes
Penderita Diabetes Sebelum 40 Tahun Berpotensi Mengalami Gangguan Mental
Beban psikologis terjadi karena beban mengelola diabetes yang dapat mengaktifkan hormon stres (Foto Ilustrasi: Helena Lopes/Unsplash.com)

Jakarta: Bagi kelompok dewasa, mungkin harus berhati-hati terhadap terhadap diabetes. Sebab, tidak hanya mengancam terhadap penyakit seperti jantung atau stroke, tapi terhadap mental.

Menurut sebuah penelitian baru menyebutkan, orang-orang yang menderita diabetes tipe 2 sebelum berusia 40 tahun, berpotensi dua kali lebih mungkin dirawat karena penyakit mental. Potensi serupa malah lebih rendah jika diabetes menyerang penderita setelah berumur 40 tahun.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menganalisa 400.000 data kesehatan penderita diabetes tipe 2 di Hong Kong. Hampir 21.000 didiagnosis dengan diabetes tipe 2 sebelum usia 40. Sisanya didiagnosis semenjak usia 40 dan 59 tahun

Para peneliti mencatat, sekitar 37 persen pasien rawat inap kelompok di bawah 40 disebabkan oleh penyakit mental. Gangguan mood seperti depresi, depresi bipolar, hingga melukai diri sendiri adalah kondisi yang paling umum. 

Tak hanya itu, menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan A.S, gangguan psikotik termasuk delusi, halusinasi, dan skizofrenia juga dialami oleh penderita diabetes di bawah 40 tahun.

Rekan penulis studi Dr. Juliana Chan mengatakan, beban psikologis terjadi karena beban mengelola diabetes yang dapat mengaktifkan hormon stres, memperburuk kontrol gula darah, menambah obesitas dan menyebabkan peradangan.

"Peradangan dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan dapat memperburuk kesejahteraan psikologis," kata Chan saat dikutip dari WebMD.

Laporan ini dipublikasikan secara online 15 Januari di Annals of Internal Medicine. Sementara itu, Direktur Pusat Diabetes Klinis Montefiore Medical Center di New York City Joel Zonszein menyambut baik hasil penelitian yang dilakukan. Menurutnya, fakta terbaru tersebut menjadi himbauan kepada masyarakat.

"Apa yang terjadi di Hong Kong adalah apa yang akan terjadi di negara ini (AS)," kata Zonszein.

Zonszein menambahkan, kelompok muda sangat berpotensi dengan diabetes tipe 2. Dan, penyakit akibat kelebihan kadar gula ini sulit diobati. 

"Dulu sangat jarang untuk melihat diabetes pada seseorang di bawah 65," ungkap dia.

Sarapan Tepat Aktivitas Lancar



(FIR)