Fakta-fakta Mengenai Penyakit Jantung pada Wanita

Raka Lestari    •    Selasa, 13 Nov 2018 14:37 WIB
penyakit jantung iskemik
Fakta-fakta Mengenai Penyakit Jantung pada Wanita
Berikut fakta-fakta penyakit jantung pada wanita. (Foto: Megan Lewis/Unsplash.com)

Jakarta: Penyakit jantung sering sekali dianggap sebagai masalah yang terjadi pria, tetapi mungkin ada banyak dari kita yang belum mengetahui bahwa pembunuh nomor satu pada wanita adalah penyakit jantung juga.  

Para wanita cenderung memiliki penyakit arteri koroner 10 tahun lebih lambat daripada pria, tetapi dengan tingkat yang lebih parah daripada pria. Selain itu, ada juga banyak wanita yang mengalami serangan jantung tanpa disadari sejak awal.

Dr Bipeenchandra Bhamre, Ahli Bedah Kardio-Thoracic dari Sir H N Reliance Foundation Hospital and Research Centre memberikan penjelasan mengenai fakta-fakta penyakit jantung pada wanita.

1. Wanita mengalaminya lebih parah
"Pada tahun pertama setelah serangan jantung, wanita 50 persen lebih mungkin meninggal daripada pria," sebut Dr Bipeenchandra Bhamre, seperti dilansir dari Thehealthsite.

Ia juga menambahkan, dalam 6 tahun pertama setelah serangan jantung, wanita hampir dua kali lipat mengalami kemungkinan serangan jantung kedua.

(Baca juga: 5 Gejala Sakit Jantung yang Seringkali Tak Disadari)

2. Telat dalam mendeteksi gejala awal
Dalam satu penelitian di Inggris ditemukan bahwa wanita lebih sedikit terlambat dalam menyadari gejala awal penyakit jantung dibandingkan pria. Para wanita cenderung mengabaikan gejala yang dirasakan dan lebih cenderung menjadi orang pertama dalam keluarga yang mengalaminya.

Sindrom patah hati atau kardiomiopati takotsubo umum terjadi pada wanita di mana hal ini diinduksi oleh stres di mana otot jantung melebar secara maksimal.


(Para wanita cenderung memiliki penyakit arteri koroner 10 tahun lebih lambat daripada pria, tetapi dengan tingkat yang lebih parah daripada pria. Foto: Larm Rmah/Unsplash.com)

3. Gejala pada wanita terasa pada saat sedang istirahat
Gejala pada wanita bisa lebih sering terjadi ketika wanita sedang beristirahat, atau bahkan ketika mereka sedang tidur. Gejala yang terjadi pada wanita mungkin tidak terasa, berbeda dengan gejala sakit pada dada yang mengganggu.

Ini mungkin karena wanita cenderung memiliki penyumbatan tidak hanya di arteri utama mereka tetapi juga di arteri yang lebih kecil yang memasok darah ke jantung yaitu suatu kondisi yang disebut penyakit jantung pembuluh kecil atau penyakit mikrovaskuler koroner.

4. Stres pengaruhi gejala penyakit jantung
Stres mental juga dapat memicu gejala serangan jantung pada wanita. Jika Anda merasakan adanya gejala-gejala penyakit jantung, usahakan untuk segera mendapatkan pertolongan medis untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada Anda. Selain itu, usahakan memiliki pendamping ketika Anda pergi ke rumah sakit.

5. Menopause
Banyak penelitian menunjukkan bahwa setelah menopause, wanita mengalami peningkatan risiko penyakit jantung. Para peneliti telah menghubungkan pola ini dengan penurunan tingkat hormon estrogen wanita selama menopause.

Estrogen berguna untuk meningkatkan high-density lipoprotein (HDL atau kolesterol baik) dan menurunkan low-density lipoprotein (LDL atau kolesterol jahat).

Dan penurunan estrogen alami yang terjadi pada masa menopause menyebabkan penurunan kolesterol baik dan peningkatan kolesterol jahat sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.




(TIN)