DKI Jakarta Peringkat Satu Obesitas Sentral di Indonesia

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 25 Apr 2018 15:03 WIB
kesehatanobesitas
DKI Jakarta Peringkat Satu Obesitas Sentral di Indonesia
Obesitas sentral adalah penumpukan lemak yang terdapat pada bagian perut. Gangguan ini bisa dilihat berdasarkan lingkar perut. (Foto: Timang Bintang/Unsplash.com)

Jakarta: Obesitas atau kelebihan berat badan adalah masalah kesehatan yang telah menjadi momok di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan adanya peningkatan obesitas secara merata di seluruh wilayah Indonesia dari data sebelumnya, yaitu Riskesdas 2007.

Data tersebut menunjukkan terdapat peningkatan dari 18,8 persen (2007) menjadi 26,6 persen (2013).

Obesitas sentral adalah penumpukan lemak yang terdapat pada bagian perut. Gangguan ini bisa dilihat berdasarkan lingkar perut.


(Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan adanya peningkatan obesitas secara merata di seluruh wilayah Indonesia dari data sebelumnya, yaitu Riskesdas 2007. Foto: Ilustrasi. Dok. Muhammad Raufan Yusup/Unsplash.com)

(Baca juga: Mengapa Orang yang Berpasangan Lebih Cepat Gemuk Dibandingkan Lajang?)

Ukuran lingkar perut yang lebih dari 90 cm pada pria dan 80 cm pada wanita merupakan pertanda paling jelas dari obesitas sentral.

"Semakin besar perut, semakin banyak risiko penyakit yang muncul," tegas ahli gizi Prof. Dr. Made Astawan dalam temu media & blogger, Rabu 25 April 2018.

Obesitas sendiri dapat memicu berbagai risiko penyakit seperti depresi (25 persen), diabetes (50 persen), demensia (30 persen), multiple sclerosis (200 persen), gagal jantung (104 persen), tekanan darah tinggi (150 persen), dan kanker (10 persen).





(TIN)